Artis Legendaris Indonesia Sofia WD, dari Veteran Perang, Bintang Film hingga Jadi Sutradara

inewsid | Gaya Hidup | Published at 09/09/2021 12:29
Artis Legendaris Indonesia Sofia WD, dari Veteran Perang, Bintang Film hingga Jadi Sutradara

JAKARTA, iNews.id - Sofia Waldy atau populer dengan nama WD merupakan artis lawas yang namanya kini masih dikenang di dunia hiburan, karena karyanya yang mampu membuat orang lain menjadi kagum.

Sofia lahir di Bandung pada 12 Oktober 1924. Dia lahir dari keluarga pedagang, orangtuanya bernama Apandi dan Sumirah, Sofia anak kedua dari empat bersaudara. Dalam usia 14 tahun dia menikah pertama kali dengan Eddy Endang, seorang kapten dari kesatuan Siliwangi.

Kemudian sembilan tahun berikutnya atau pada 1947, Kapten Eddy gugur dalam menjalankan tugas. Sofia menjadi janda kaya dengan berbagai pengalaman keras selama perjuangan kemerdekaan.

Usai menikah selama tujuh tahun dengan Kapten Eddy Endang (1938-1947), Sofia menikah dengan S. Waldy yang kemudian bercerai dan menikah dengan aktor asal Kalimantan Barat, W.D Mochtar (1961). Pernikahan ini berlangsung sampai akhir hayatnya. Dia memiliki tiga anak kandung.

Sofi turut mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan. Dia tergabung dalam kesatuan tentara FP (Field Preparation), berpangkat sersan mayor dan ikut bergerilya di daerah Limbangan di kaki Gunung Haruman, Jawa Barat.

Kemudian perjalanannya bukan hanya di sekitar dunia militer saja. Pada usianya menginjak 17 tahun Sofia mulai berkarir di dunia hiburan, hingga dia pun mendalaminya.

Awalnya, Sofia hanya sebagai pembawa pesan perusahaan kepada penonton. Karena nasib baik, dia berhasil menjadi pemeran utama. Ternyata, pengalaman akting inilah yang kelak membawanya ke puncak karier.

Perempuan cantik berambut ikal ini pun semakin menginjak kepopulerannya. Sofia pun bermain di layar lebar berjudul Airmata Mengalir di Tjitaroem pada tahun 1948.

Sofia sukses membintangi hampir ratusan film Indonesia, Sofia terhitung aktris yang cerdik. Selain bermain sebagai bintang, dia juga mempelajari teknik penyutradaraan, kamera dan penataan gambar.

Sofia akhirnya tak hanya dikenal sebagai pemain, tetapi juga sutradara dan pimpinan produksi. Pada 1960 dia kali pertama tampil sebagai sutradara dalam film Badai Selatan, produksi CV Ibu kota Film.

Pada 10 tahun berikutnya, akhirnya Sofia mendirikan Libra Film produksi film pertamanya Si Bego dari Muara Condet. Skenario penyutradaraan dan pimpinan produksi berada di tangannya. Film Badai Selatan agaknya membawa badai tersendiri dalam hidup Sofia. Di situ dia lebih akrab mengenal W.D Mochtar, seorang aktor asal Kalimantan Barat.

Setelah semua perjalanan hidupnya yang penuh kesan, mulai dari tergabung perjuangan kemerdekaan, artis hingga sutradara terkenal Sofia menutup usianya di umur 61 pada 1986 di Rumah Sakit Cikini, Jakarta akibat tekanan darah tinggi yang menyebabkan pendarahan di otak.

Sebelumnya, Sofia sedang menghadiri acara silaturahmi Lembaga Seni Tari, kemudian pingsan dan dibawa ke rumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia.

Film terakhir yang dibintanginya adalah Yang Kukuh dan Yang Runtuh sedangkan film terakhir yang disutradarainya adalah Bermain Drama. Sebagai veteran, dia dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Artikel Asli