3 Alasan Masyarakat Umum Belum Bisa Mendapatkan Vaksin Dosis Ketiga

herstory | Gaya Hidup | Published at 09/09/2021 11:15
3 Alasan Masyarakat Umum Belum Bisa Mendapatkan Vaksin Dosis Ketiga

Indonesia mulai memberikan vaksin dosis ketiga (booster) sebagai salah satu upaya penekanan kasus COVID-19 yang masih berlangsung.

Melihat situasi pandemi yang belum juga usai dan varian-varian baru yang bermunculan membuat masyarakat khawatir dan merasa perlu untuk mendapatkan vaksin dosis ketiga.

Namun terdapat juga sebagian masyarakat yang merasa vaksin dosis ketiga belum perlu untuk diberikan ke masyarakat umum.

Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.01/1/1919/2021, vaksin dosis ketiga untuk saat ini hanya diperuntukan bagi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.

Hal ini dikarenakan kelompok tersebut merupakan bagian dari garda terdepan dalam menangani COVID-19 dan memiliki risiko tinggi untuk terpapar.

Bukan cuma itu, mengutip dari unggahan dr. Adam Prabata (9/9), berikut ini sederet alasan masyarakat umum belum bisa mendapatkan vaksin dosis ketiga.

Vaksinansi yang Belum Merata

Mengingat sampai saat ini jumlah penduduk Indonesia yang baru melakukan vaksin COVID-19 secara lengkap (2 dosis) hanya 16,38%. Pertanggal 27 Agustus 2021, Kemenkes mencatat 29,02% atau 60.435.555 pemberian dosis pertama dan 16,38% atau 34.121.203 masyarakat yang baru mendapatkan vaksin dosis kedua.

Memprioritaskan Vaksinasi Lansia Terlebih Dulu

Secara keseluruhan, lansia di Indonesia yang baru mendapatkan vaksin lengkap hanya sebesar 17,11%. Padahal, lansia memiliki risiko tinggi bahkan meninggal akibat COVID-19. Dengan begitu, vaksinasi terhadap lansia menjadi prioritas ketimbang dosis ketiga.

Indonesia Masih Berisiko Tinggi Akibat COVID-19

Mayoritas penduduk Indonesia sebanyak kurang lebih 83,62lum mendapatkan vaksin secara lengkap. Berangkat dari hal itu, pemerataan vaksin COVID-19 secara lengkap (2 dosis) menjadi prioritas demi keberlangsungan pembentukan imunitas kelompok yang baik.

Sebab jika pemerataan vaksin secara lengkap belum dilakukan justru dapat berdampak buruk karena masih banyak penduduk yang lebih berisiko terkena dan sakit berat akibat COVID-19. Dan akan terdapat potensi sakit berat, komplikasi, bahkan kematian bagi penduduk yang belum mendapatkan vaksinasi.

Beauty, suka topik artikel dari HerStory? Baca informasi menarik seputar wanita dan juga working moms lainnya di herstory.co.id segera, ya!

Artikel Asli