5 Cara Mengatasi Kebiasaan Si Kecil yang Sering Merusak Mainan, Bisa Dicoba Nih Moms!

herstory | Gaya Hidup | Published at 09/09/2021 07:10
5 Cara Mengatasi Kebiasaan Si Kecil yang Sering Merusak Mainan, Bisa Dicoba Nih Moms!

Membeli mainan untuk anak yang masih batita tentu dilakukan untuk membuatnya sibuk saat Moms ingin memersihkan rumah, terhibur atau belajar sesuatu dari mainan itu. Namun, orangtua sering memiliki persepsi bahwa terkadang mainan enggak cukup mampu menghibur Si Kecil sehingga ia sering merusak mainannya.

Batita pada dasarnya sangat suka menjelajahi dunia di sekelilingnya. Itu bagian dari pembelajaran tentang dirinya, tentang orang lain dan lingkungan sekitarnya. Melalui keingintahuan yang impulsif ini hingga merusak mainan, bisa membangun pengetahuannya tentang bagaimana benda-benda itu berfungsi.

Anak batita enggak bisa memikirkan cara yang lebih baik untuk menemukan rahasia terdalam mainan-mainan, buku-buku dan benda-benda lain. Selain dengan merobek, dan merusaknya hingga berkeping-keping.

Sayangnya, barang-barang yang berhasil dirusak anak akan sulit diperbaiki, anak pun belum berpikir sejauh itu. Meskipun rasa ingin tahu bisa mendukung pembelajaran si batita, tantangan yang Moms hadapi adalah bagaimana cara memanfaatkan sifat-sifat positif dalam cara-cara yang mendukung eksplorasi, tetapi pada saat yang sama enggak menyebabkan banyak kerusakan pada mainan yang sudah Moms beli.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat kamu lakukan, agar anak tetap bisa bereksplorasi tanpa merusak mainannya.

Memberikan mainan bongkar pasang

Sejak Moms tahu bahwa si Kecil senang mengotak-atik mainan hingga rusak, berikan dia mainan yang dapat dipasang dan bongkar kembali. Misalnya, memberikan mainan lego dan puzzle yang memungkinkannya untuk menyusunnya dengan cara yang ia sukai dan dapat dia bongkar kembali sewaktu-waktu.

Cara ini mendukung anak untuk bermain dengan jenis mainan seperti ini sehingga ia bisa memuaskan rasa ingin tahunya tanpa menciptakan kekacauan dengan barang-barang di rumah.

Ajari merapihkan mainan

Salah satu penyebab mainan anak cepat rusak adalah dia enggak terbiasa merapikan mainannya. Usai bermain, mainan dibiarkan berceceran dan anak pun menjadi tak mempunyai rasa memiliki terhadap mainannya itu.

Ketika dia bisa mengambil mainan sendiri dari kotak mainannya, berarti dia sudah bisa membereskan mainannya sendiri. Oleh karena itu, biasakan anak untuk menyimpan dan merawat mainannya sejak dini.

Artinya, enggak membiarkan mainannya tercecer, memasang kembali baju boneka yang baru dilepasnya serta mengelap mainan yang kotor terkena debu, adalah salah satu caranya. Tapi, tetap temani si Kecil saat membereskan mainannya sendiri, ya.

Alihkan perhatian anak daripada berdebat

Jangan tunggu sampai Moms harus berdebat dengan suami dan anak melawan orang tua ketika ia merusak mainan. Pencegahan selalu lebih efektif.

Jadi, jika kamu melihat anak akan merusak mainan, alihkan perhatiannya dengan aktivitas yang lebih tepat. Misalkan, tawarkan anak mainan berbeda dan kemudian bermain bersama-sama dengannya sehingga ia benar-benar merasa terlibat.

Dengan cara itu, kamu dapat menghindari kekacauan sebelum benar-benar terjadi.

Berikan pujian

Ketika Si kecil memainkan mainannya dengan cara yang benar dan menaruh kembali mainan ke dalam boxnya, jangan lupa untuk memberinya pujian. Bilang padanya betapa kamu merasa senang karena Si Kecil telah bemain tanpa merusak mainan.

Dengan begitu, Si Kecil cenderung enggak ingin merusak mainannya lagi. Menghargai perilaku positif biasanya lebih efektif ketimbang menghukum perilaku negatif.

Mungkin dia bosan

Enggak semua anak mampu mengatasi rasa bosan sehingga Si Kecil melampiaskan kebosanan dengan merusak mainan. Oleh karena itu, orangtua perlu mengajarkan anak mengatasi kebosanan dengan cara yang sehat.

Kalau mainan sudah tidak bisa mengatasi kebosanannya, ajak anak melakukan aktivitas bersama di luar rumah seperti bermain bulutangkis, petak umpet, bersepeda atau apa pun yang ingin dia lakukan bersama orangtuanya.

Beauty, suka topik artikel dari HerStory? Baca informasi menarik seputar wanita dan juga working moms lainnya di herstory.co.id segera, ya!

Artikel Asli