Masyarakat Umum di Jogja Kini Bisa Dapatkan Vaksin Moderna

Gaya Hidup | bisnis.com | Published at Rabu, 01 September 2021 - 10:10
Masyarakat Umum di Jogja Kini Bisa Dapatkan Vaksin Moderna

Bisnis.com, YOGYAKARTA -Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai mendistribusikan vaksin Moderna untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua kepada masyarakat umum secara gratis.

Lana Unwanah selaku Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mengatakan bahwa saat ini stok vaksin yang tersedia berjumlah 22.000 dosis.

Rencananya, vaksin tersebut hanya ditujukan kepada masyarakat yang belum pernah vaksin sama sekali. Dengan demikian, akan ada 11.000 orang yang nantinya bisa mendapat vaksin Moderna di Kota Jogja dan tidak ada dosis ketiga untuk masyarakat umum.

Sebetulnya kami sudah dapat vaksin Moderna untuk dosis satu dan dua, di luar untuk tenaga kesehatan (nakes) pada dosis tiga. Vaksinnya sudah kami terima, namun petunjuk teknisnya yang belum kami terima. Masih menunggu dari Dinkes DIY," kata Lana kepada Harianjogja.com , dikutip pada Senin (1/9/2021).

Sementara itu, terhitung hingga 30 Agustus 2021, untuk vaksinasi dosis ketiga bagi para nakes di Kota Jogja saat ini telah mencapai 4.191 orang dari total sekitar 12.000. Proses vaksinasi sendiri dilakukan secara bertahap mengingat bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setiap orang berbeda-beda.

Dari pengalaman, semua vaksin sama, ada peluang atau potensi untuk KIPI. Tapi bervariasi jenisnya, tergantung individunya. Ada beberapa yang demam, ada yang sehat-sehat saja, ada juga yang [vaksinasi Jumat] sampai Senin masih demam. Vaksinasi bergantian, agar kegiatan nakes seperti vaksinasi, tracing, dan lainnya tetap bisa kami laksanakan," kata Lana.

Bersamaan dengan itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan vaksinasi yang ada. Namun demikian, pihaknya menekankan agar masyarakat tidak perlu memilih-milih jenis vaksin tertentu.

"Jenis vaksinnya yang ada aja. Harapannya masyarakat tidak pilih-pilih vaksin," kata Haryadi.

Artikel Asli