Adab Bertamu dalam Islam Sesuai Ajaran Rasulullah

okemom.com | Gaya Hidup | Published at Minggu, 22 Agustus 2021 - 09:09
Adab Bertamu dalam Islam Sesuai Ajaran Rasulullah

OKEMOM Rasulullah SAW selalu mengajarkan umat-Nya untuk saling bersilaturahmi demi menjalin dan mempererat tali persaudaraan.

Tak hanya itu, menjalin silaturahmi juga termasuk dalam bentuk ibadah kepada Allah SWT. Sebab, biasanya orang yang mendapat kunjungan akan merasa senang. Dengan membuat orang senang, kita pun akan dilimpahkan pahala oleh Allah SWT.

Kendati demikian, para muslimin juga wajib tahu bahwa silaturahmi bukan hanya perihal berkunjung saja ke rumah saudara atau kerabat.

Pasalnya, muslimin juga perlu memerhatikan adab bertamu dalam Islam sesuai ajaran Rasulullah. Sudah tahu apa saja adab atau etika bertamu dalam Islam? Kalau belum, yuk simak penjelasannya sama-sama!

Keutamaan menjalin silaturahmi

adab bertamu dalam islam
Source: Canva.com

Selain dapat mempererat tali persaudaraan, menjalin silaturahmi juga memiliki banyak keutamaan. Salah satu hadis riwayat menyebutkan bahwa silaturahmi bisa memperlancar rezeki orang yang berkunjung maupun orang yang dikunjunginya.

Sebagaimana hadis yang berbunyi:

Artinya: Ketika tamu datang pada suatu kaum, maka ia datang dengan membawa rezekinya. Ketika ia keluar dari kaum, maka ia keluar dengan membawa pengampunan dosa bagi mereka. (HR. Ad-Dailami).

Adab atau etika berkunjung dalam Islam

Melansir dari Nu Online, ada beberapa adab berkunjung menurut Islam yang perlu muslimin terapkan

1. Memerhatikan waktu kunjungan

ajaran islam
Source: Canva.com

Sebagai orang yang ingin berkunjung ke rumah orang lain, kita juga perlu memerhatikan waktu dan kondisi. Untuk menghindari mengganggu waktu istirahat pemilik rumah, hendaknya membuat janji terlebih dahulu. Jangan sampai orang yang menerima tamu justru merasa keberatan.

Begitu pun dengan penerima tamu, bersikap sopan lah dalam menerima kunjungan. Apabila memiliki hidangan di rumah, berilah jamuan dengan makanan dan minuman sesuai kesanggupan.

2. Menyantap makanan yang telah dihidangkan

Apabila tuan rumah memberikan hidangan seperti makanan atau minuman meski hanya seadanya, sebagai penerima tamu kita hendaknya menghargai pemberian dengan menyantap hidangan yang telah disediakan.

Jangan biarkan tuan rumah terus-menerus mempersilakan penerima tamu untuk mencicipi hidangan. Sebab, hal ini tak menutup kemungkinan bisa melukai hati penerima tamu.

3. Duduk di tempat yang telah disediakan

adab bertamu dalam islam
Source: Canva.com

Tak hanya dalam Islam, norma dalam lingkungan pun menyarankan untuk bersikap sopan dan santun, termasuk dalam hal bertamu.

Sebelum tuan rumah mempersilakan duduk, hendaknya penerima tamu jangan duduk terlebih dahulu. Apabila memang penerima tamu sudah mempersilakan duduk baru lah kita duduk di tempat yang telah disediakan.

4. Bertamu tidak lebih dari tiga hari

Salah satu adab bertamu yang perlu muslimin ketahui yaitu tidak hanya memerhatikan waktu bertamu tetapi juga memahami jangka waktu bertamu.

Apabila ingin menginap, hendaknya tidak menginap lebih dari tiga hari. Anjuran ini telah tertuang dalam sebuah hadis riwayat Bukhari Muslim yang berbunyi:

Artinya: Jamuan hak tamu berjangka waktu tiga hari. Lebih dari itu, jamuan adalah sebuah sedekah. Tidak boleh bagi tamu untuk menginap di suatu rumah hingga ia menyusahkannya. (HR. Bukhari Muslim).

5. Pamit dengan sopan

adab bertamu dalam islam
Source: Canva.com

Selain memerhatikan adab berkunjung, muslimin juga perlu menerapkan etika pamit yang baik apabila ingin mengakhiri waktu kunjungan.

Jika saat masuk rumah kita izin maka begitu pun saat keluar rumah. Pamit lah dengan tuan rumah secara sopan dan jangan lupa ucapkan terima kasih karena telah bersedia menerima kunjungan.

Selain itu, Syekh Sulaiman al-Jamal juga menjelaskan bahwa muslimin yang bertamu sebaiknya tidak beranjak keluar kecuali atas seizin pemilik rumah.

Artinya: Sebagian adab dalam bertamu adalah tidak beranjak keluar kecuali atas seizin tuan rumah, tidak duduk di hadapan ruangan perempuan, tidak banyak memandangi ruangan tempat keluar makanan. (Syekh Sulaiman al-Jamal, Hasyiyah al-Jamal, juz 17, halaman 407).

Itu lah adab bertamu dalam Islam yang perlu muslimin tahu. Semoga senantiasa kita mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT. Aamiin.


Artikel Asli