[Eksklusif] Inilah Cuplikan Konferensi Pers GLITZMEDIA dengan Duo DJ Asal Jepang Bernama AmPm

glitzmedia.co | Gaya Hidup | Published at Minggu, 22 Agustus 2021 - 08:01
[Eksklusif] Inilah Cuplikan Konferensi Pers GLITZMEDIA dengan Duo DJ Asal Jepang Bernama AmPm

Mulai dari lagu baru, inspirasi dalam membuat karya, hingga hal-hal yang dirindukan sebelum hadirnya pandemi.


Siapa di antara kamu yang nge- fans banget sama duo DJ asal Jepang yang tergabung dalam sebuah grup bernama AmPm. AmPm (baca: AmPam) pertama kali debut di industri musik pada tahun 2017 tepatnya di bulan Mei, dengan merilis sebuah single berjudul Best Part of Us .


Tidak disangka, enam bulan kemudian lagu ini telah diputar sebanyak 10 juta kali di layanan streaming musik Spotify. Bahkan, ada banyak sekali kurator musik di Spotify yang secara massive membagikan lagu ini di berbagai playlist yang mereka buat.


Karena pergerakan inilah AmPm kemudian berhasil mengumpulkan banyak penggemar. Tidak hanya di Jepang, tetapi juga di luar Jepang. Kesuksesan AmPm di awal karier ini berhasil dideteksi oleh Spotify.


Karena itulah di tahun yang sama, AmPm menjadi artis Jepang pertama dan satu-satunya hingga saat ini, yang berkesempatan tampil di panggung pertama live music dari Spotify yakni 'Spotify on Stage', yang kebetulan digelar di Jakarta!


Empat tahun berselang, karier duo AmPm pun semakin pasti. Terbukti dengan adanya pandemi, ternyata sama sekali tidak menyurutkan sisi kreativitas mereka. Selama pandemi sejak tahun 2020 lalu, AmPm bisa dibilang sangat produktif dalam menciptakan serta merilis karya.


Lewat pantauan GLITZMEDIA, hingga hari ini AmPm setidaknya telah merilis lagu sebanyak delapan lagu (terhitung sejak bulan April 2020). Termasuk lagu terbaru mereka yang baru dirilis pada 20 Agustus 2021 yakni Everyday .


Lagu ini merupakan hasil kolaborasi AmPm dengan penyanyi pendatang baru asal Amerika Serikat bernama Amanda Yang. Terkait dengan perilisan lagu tersebut, AmPm pun menggelar konferensi pers eksklusif secara virtual dengan media-media di Indonesia.


Pada kesempatan tersebut, AmPm banyak bercerita soal proses sekaligus cerita di balik lagu ini. Termasuk pertemuan mereka dengan Amanda Yang. Selain itu, AmPm juga bercerita soal kegiatan mereka selama pandemi, sekaligus momen yang mereka rindukan sebelum hadirnya pandemi.


Yuk langsung saja cek hasil wawancara lengkapnya di bawah ini!





Halo AmPm apa kabar? Sebelum kita mulai, mungkin ada yang ingin disampaikan ke rekan-rekan media Indonesia yang sudah hadir?

Halo semuanya, kami AmPm. Sebelumnya terima kasih banyak karena sudah menyempatkan hadir di acara konferensi pers ini. Mohon bantuannya untuk menyebarkan informasi tentang lagu terbaru kami. Kami juga nanti akan bersedia menjawab pertanyaan jika ada yang ingin ditanyakan pada kami.


AmPm baru saja merilis lagu baru berjudul Everyday yang merupakan hasil kolaborasi dengan penyanyi pendatang baru asal Amerika Serikat bernama Amanda Yang. Boleh cerita sedikit tentang background lagu ini? Mungkin dari ide awalnya seperti apa, sampai kenapa memutuskan untuk menggandeng Amanda Yang?

Kalau untuk konsep lagu, sejak awal tahun ini kami memang lagi senang membuat lagu EDM. Kaya sebelumnya kami pernah merilis lagu 'Everglow' yang konsep musiknya tuh EDM. Setelah merilis lagu itu, kami berdua langsung ngobrol untuk merilis lagu yang berikutnya.

Kebetulan, di Jepang saat ini sedang memasuki musim panas. Sehingga kami pikir kayanya seru ya bikin lagu baru tentang musim panas tapi musiknya EDM. Tapi karena kita berdua enggak nyanyi, maka kita harus mencari vokalis. Kira-kira siapa ya yang cocok untuk menyanyikan lagu ini?

Setelah melakukan pencarian, kita ketemu sama Amanda Yang. Kebetulan Yang juga baru banget terjun ke industri musik. Plus, saat kita dengar suaranya langsung berpikir kayanya cocok nih buat nyanyiin lagu Everyday. Pas kita tawarin ternyata Amanda bersedia.


Sebelum berkolaborasi dengan Amanda Yang, AmPm sudah beberapa kali berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi di luar Jepang meskipun kalau dilihat-lihat masih berdarah Asia. Sebetulnya apa yang membuat musisi dari luar Jepang menarik di mata AmPm?

Jujur saja menggandeng penyanyi-penyanyi berdarah Asia dari luar negeri tuh merupakan ketidaksengajaan. Memang kebetulan saja kok yang pas untuk diajak kolaborasi adalah orang-orang Asia. Jadi kalau ditanya apakah ada alasan khusus sebetulnya sih tidak ada.

Karena musisi-musisi yang berkolaborasi dengan kami itu biasanya kami temukan saat jalan-jalan ke luar negeri atau hasil pencarian di layanan streaming musik. Alasan kami mengajak mereka untuk berkolaborasi tentu karena musik atau suara yang mereka punya, cocok dengan musik atau lagu yang kami buat. Begitupun dengan Amanda.

Kita menemukan dia di Spotify. Karena merasa suaranya cocok dengan lagu Everyday, tanpa pikir panjang langsung kita hubungi. Ternyata dia juga tertarik. Poin utamanya itu sebetulnya. Meskipun di sisi lain, berkolaborasi dengan musisi atau penyanyi dari luar Jepang menurut kami juga bisa membantu untuk meraih pangsa pasar musik yang lebih global.


(FYI: Menurut penuturan AmPm, sampai detik ini mereka belum pernah bertemu secara langsung dengan Amanda Yang. Sehingga, berkolaborasi dengan musisi di luar Jepang saat pandemi membuat mereka sadar. Bahwa pandemi telah menciptakan cara kerja baru di mana semua bisa dilakukan secara daring. Surprisingly, its very fun.)




Ngomong-ngomong, lagu Everyday itu bercerita tentang apa sih?

Lirik lagu ini ditulis oleh Amanda. Kalau dibaca, intinya sih bercerita soal hubungan cinta antara perempuan dan laki-laki dengan segala up and downs-nya. Meskipun sih kalau misalnya didengarkan, kami inginnya arti dari lagu ini bisa diinterpretasikan berdasarkan telinga masing-masing orang. Kalau merasa lagunya ini cocok untuk situasi lain yang sedang mereka alami, tidak masalah.


Setelah panjang lebar ngobrol nih soal lagu baru, selanjutnya kami mau bertanya. Adakah tantangan tertentu yang mungkin kalian hadapi selama menciptakan lagu saat pandemi?

Sebetulnya kalau bicara soal bikin lagu, proses bikin lagu sebelum dan setelah pandemi hampir tidak ada bedanya. Menurut kami sama-sama saja. Tetapi yang menjadi sulit adalah mencari vokalisnya. Kalau dulu, kami bisa langsung terbang ke negara tertentu untuk bertemu dengan musisi atau vokalis yang kita cari.

Kalau sekarang, semua dilakukan secara online. Dan kalau responnya lama, maka jadwal perilisan lagunya juga jadi mundur. Intinya selama pandemi ini mencari vokalis dan membuat lagu itu sangat tidak sebanding effort-nya.


Kalau inspirasi dalam membuat lagu, biasanya dari mana? Seperti lagu Everyday kan temanya musim panas. Apakah musim-musim lainnya juga menjadi sumber inspirasi AmPm?

Kalau masalah inspirasi dalam membuat lagu sih datang dari mana saja. Tidak bergantung pada situasi tertentu termasuk perubahan musim. Tetapi memang kami tidak bisa pungkiri bahwa perubahan musim yang terjadi di Jepang membuat kita jadi lebih sensitif.

Sehingga kadang-kadang ada inspirasi lagu yang datang karena adanya perubahan musim. Meskipun seperti yang tadi kita bilang bahwa perubahan musim bukan inspirasi utama kami dalam membuat lagu.


Selama pademi AmPm bisa dibilang sangat produktif. Adakah rahasia yang biasa AmPm lakukan dalam menciptakan lagu di tengah keterbatasan saat pandemi?

Sebelum dan setelah pandemi kami itu menciptakan lagu awalnya adalah berdasar pada apa yang kami rasakan. Sehingga keterbatasan yang kami rasakan selama pandemi tidak terlalu berpengaruh pada kualitas atau cara kami dalam menciptakan musik.

Malah berkat pandemi kita jadi punya banyak waktu luang. Sehingga kita jadi bisa fokus dalam membuat musik. Itulah mengapa pada akhirnya kita jadi produktif banget selama pandemi ini.


Adakah hal yang amat sangat dirindukan oleh AmPm dari masa-masa sebelum pandemi?

Utamanya jalan-jalan sih, kaya kita berdua tuh sudah lama tidak ke bandara. Kangen juga untuk pergi ke bandara. Apalagi dulu sebelum pandemi kita cukup sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Selain untuk berlibur atau hunting talenta-talenta baru, tapi juga bisa belajar soal budaya lokal yang mungkin saja menginspirasi kita untuk berkarya.


Terakhir, mungkin ini pertanyaan yang paling umum tapi kita yakin pasti banyak banget ditanyakan ke kalian. Kenapa sih kalian pakai penutup wajah alias topeng?

Ha ha ha... alasannya jelas yang pertama, kami mau orang melihat dan menilai kami berdasarkan karya kami, bukan penampilan kami. Kedua, kami merasa kehidupan pribadi kami jadi lebih terjaga karena orang tidak pernah ada yang tahu wajah asli kami seperti apa. Sehingga kalau kami menghabiskan waktu di tempat umum lebih tenang dan santai.


So , itu dia sekilas hasil wawancara dengan AmPm. Nah buat kalian yang mungkin penasaran mau tahu seperti apa sih lagu terbaru dari AmPm feat. Amanda Yang? Langsung saja tonton video klipnya di bawah ini!




(Andiasti Ajani, foto: dokumentasi ampm)
Artikel Asli