Muncul Virus Marburg: Kenali Gejala, Penularan dan Penanganannya

okemom.com | Gaya Hidup | Published at 16/08/2021 23:45
Muncul Virus Marburg: Kenali Gejala, Penularan dan Penanganannya

OKEMOM Di tengah situasi dunia yang masih sulit karena dampak virus Corona, Organisasi Kesehatan Dunia ( World Health Organization / WHO) mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus lain di Afrika Barat, bernama virus Marburg.

Virus Marburg yang dibawa oleh kelelawar ini memiliki tingkat kematian hingga 88 persen sejak ditularkan pertama kali. Hasil ini ditemukan pada sampel dari seorang pasien terinfeksi yang meninggal dunia pada 2 Agustus 2021 di Afrika Barat.

Penyebaran virus Marburg berpotensi lebih jauh dan luas, sehingga harus segera dihentikan, kata Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika, dilansir India Today , Senin (16/8).

Kasus baru ini muncul hanya dua bulan setelah WHO mengumumkan berakhirnya wabah Ebola kedua di Guinea, yang dimulai tahun 2020 dan merenggut 12 nyawa. Marburg biasanya dikaitkan dengan paparan gua atau tambang yang menampung koloni kelelawar Rousettus.

Apa itu virus Marburg?

Source: Unsplash/Ameya Khandekar

Mengutip WHO , virus Marburg adalah virus sangat ganas dan mematikan yang menyebabkan demam berdarah dengan rasio kematian hingga 88 persen. Tergantung pada gejala dan jenis perawatan yang diterima orang terinfeksi.

WHO menggolongkan virus ini sebagai rentan epidemi. Artinya, dapat menyebar dengan mudah di antara orang-orang jika tidak segera dicegah.

Sebelumnya, wabah Marburg telah ada di wilayah Afrika, termasuk Angola, Uganda, dan Afrika Selatan. Namun, pada waktu itu WHO mengatakan ada kemungkinan rendah penyebaran Marburg secara global.

Dua wabah besar yang terjadi bersamaan di Marburg dan Frankfurt di Jerman, serta di Beograd dan Serbia, pada tahun 1967 merupakan awal mula pengakuan pertama adanya virus tersebut.

Manusia dapat terinfeksi virus ini melalui kontak dengan kelelawar buah. Setelah infeksi dimulai, itu dapat menyebar di antara orang-orang melalui kontak langsung, organ atau cairan tubuh, darah, serta dari permukaan dan bahan terkontaminasi.

Gejala terinfeksi virus Marburg

Source: Unsplash/engin akyurt

Dilansir WebMD , menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sangat sulit membedakan antara Marburg dan penyakit tropis lainnya seperti malaria karena gejalanya mirip. Dimulai dengan demam tinggi dan sakit kepala. Lalu, disusul muntah, diare, dan pendarahan tidak terkontrol.

Bila seseorang terinfeksi virus ini, diperlukan masa inkubasi hingga 21 hari. Untuk gejala diare biasanya dapat berlangsung selama seminggu. Semakin hari, kondisi tubuh kian melemah. Mata cekung, wajah datar dan kelesuan ekstrem.

Ruam kemerahan muncul antara hari kedua hingga ketujuh setelah gejala awal. Banyak pasien mengalami perdarahan berat dalam tujuh hari seperti dari hidung, gusi dan vagina. Darah segar juga keluar saat muntah dan buang air besar.

Diagnosis dan pengobatan

Source: Unsplash/engin akyurt

Secara klinis, untuk mendiagnosis seseorang terkena virus Marburg terbilang sulit. Namun, bisa dibantu dengan metode medis seperti:

Sementara, berbagai perawatan potensial termasuk terapi kekebalan dan terapi obat saat ini sedang dievaluasi. Belum ada pengobatan atau vaksin yang terbukti efektif menangani gejala akibat virus Marburg.

Pastikan tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga. Bila mengalami gejala serius, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Referensi:

India Today. Explained: What is Marburg Virus Disease Detected in West Africa . 2021.

WebMD. Death Reported From Ebola-Like Marburg Virus in West Africa . 2021.

World Health Organization. Marburg Virus Disease . 2021.

Artikel Asli