Profil Gita Savitri, Influencer yang Tak Ingin Memiliki Anak

tabloidbintang | Gaya Hidup | Published at 16/08/2021 23:30
Profil Gita Savitri, Influencer yang Tak Ingin Memiliki Anak

Nama Gita Savitri Devi atau Gitasav trending di mesin pencarian Google pada Senin (16/8) karena kontroversi soal keputusan untuk childfree atau tidak ingin memiliki anak seumur hidupnya.

Gita Savitri dan suami, Paul Andre Partohap menyebutkan, lebih mudah jalani hidup berumah tangga tanpa memiliki anak.

Penyanyi yang pernah mengisi acara Muslim Travelers di Net TV itu pun tak mau ambil pusing dengan pendapat orang lain yang berbeda pandangan dengannya. Gita Savitri menganggap wajar jika ada netizen yang menentang keputusannya.

Menurut Gita Savitri, netizen yang menghujat hingga membully keputusan childfree sedang letih dan tersiksa akan perannya sebagai seorang ibu.

Gita Savitri (Instagram)

Gita Savitri Devi lahir di Palembang, 27 Juli 1992. Wanita berhijab ini dikenal sebagai konten kreator video YouTube, penulis blog, influencer di media sosial (medsos), sekaligus penulis buku yang sangat menginspirasi, khususnya di kalangan kaum hawa.

Gitasav menetap di Jerman sejak umur 18 tahun, saat memulai studinya di bangku kuliah. Gita kuliah jurusan Kimia Murni di Freie Universitat, Berlin, Jerman.

Gita Savitri mulai serius sebagai konten kreator untuk channel YouTube miliknya sejak tahun 2016. Di antaranya, video beropini, video blog (vlog), travel vlog, video tentang Jerman, meng-cover lagu, video soal kecantikan, Question and Answer (Q&A), dan masih banyak konten pembahasan positif lainnya.

Pada 2017, Gita Savitri merilis novel pertamanya, Rentang Kisah . Di tahun yang sama ia juga merilis lagunya sendiri yang berjudul "Seandainya".

Rentang Kisah dan "Seandainya" sama-sama bertemakan percintaan antara Gita dan Paul. Novel ini kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul sama dan "Seandainya" menjadi soundtrack di baliknya.

Gita menikah dengan Paul Andre Partohap pada 4 Agustus 2018. Awalnya, Gita dan Paul adalah pasangan berbeda agama. Paul kemudian menjadi mualaf.

(pri)

Artikel Asli