Serba-Serbi Suku Badui, Baju Adatnya Dipakai Presiden Jokowi

okemom.com | Gaya Hidup | Published at 16/08/2021 21:35
Serba-Serbi Suku Badui, Baju Adatnya Dipakai Presiden Jokowi

OKEMOM Pada sidang tahunan MPR dan DPR 2021, Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat dari Suku Badui. Dengan penampilan elegan, Jokowi sukses menuai beragam respon dari warganet.

Ada yang merasa bahwa tindakan Jokowi tepat karena memperkenalkan suku di Indonesia, ada pula yang merasa penasaran tentang Suku Badui. Selama ini, apa yang Mom tahu tentang suku yang berada di Banten ini?

Suku Badui merupakan salah satu dari sekian banyak suku yang ada di Indonesia. Terdapat hal menarik dari segi sejarah, kuliner hingga wisata budaya dari Suku Badui.

Sejarah Suku Badui

Sejarah Suku Badui
Source: pinterest/500px

Suku Badui adalah kelompok masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pedalaman Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten.

Sebutan Badui sebenarnya berasal dari peneliti Belanda yang menyamakan masyarakat dengan kelompok Arab Badawi yang punya ciri khas nomaden.

Adapun faktor lain mengapa suku ini mendapat sebutan Badui. Karena, letaknya dekat dengan Sungai Badui dan Gunung Baduy yang berada di bagian utara daerah tersebut.

Suku Badui sendiri lebih menyukai panggilan urang Kanekes yang berarti orang Kanekes daripada Suku Badui. Suku ini menolak bantuan dari luar dan memilih kegiatan mandiri seperti merajut dan bertanam.

Karena terisolasi dari dunia luar, keadaan di sana terbilang tenang dan damai. Suku Badui mempunyai kehidupan yang patuh pada adat, ritual dan agama yang dianut.

Penampilan fisik dan bahasa dari Suku Badui cukup mirip seperti orang Sunda pada umumnya. Beberapa hal yang membuatnya beda hanya dari kepercayaan dan cara hidup saja.

Urang Kanekes sendiri terdiri dari dua kelompok yakni:

  1. Kanekes dalam (Badui dalam). Ciri khas kelompok kanekes dalam adalah pakaiannya yang berwarna putih bersih dan biru dengan tambahan ikat kepala warna putih. Kelompok ini memegang teguh adat istiadat nenek moyang.
  2. Kanekes luar (Badui luar). Ciri khas kelompok kanekes luar adalah pakaiannya yang berwarna hitam dengan ikatan warna biru tua. Ada alasan mengapa suku ini berada di luar yakni karena melanggar adat Kanekes dalam, ingin keluar dari Kanekes dalam dan menikah dengan Kanekes luar.

Punya sejarah yang unik membuat kuliner khas Suku Badui pun tak boleh sampai Mom lewatkan. Dengan berbagai bentuk dan rasa, berikut beberapa kuliner terkenal dari Suku Badui.

Kuliner khas Suku Badui

Jojorong
Source: pinterest/aucoindemacuisinewordpress

Setelah mengetahui sejarah dari Suku Badui, tak lengkap rasanya bila Mom tidak mengetahui kuliner apa saja yang terkenal dari suku ini. Suku Badui mempunyai sebuah pandangan yang unik mengenai daging ayam.

Menurut suku tersebut, daging ayam merupakan sajian yang mewah. Sehingga, daging ayam tidak selalu disajikan.

Daging ayam akan disajikan saat acara besar atau upacara adat saja. Di samping itu, hanya ada beberapa makanan terkenal yang biasa Suku Badui konsumsi seperti:

  1. Jojorong. Makanan ini terbuat dari tepung beras, tepung kanji dan gula merah. Tampilannya mirip bubur sumsum. Bedanya, jojorong memakai alas makan menggunakan daun pisang.
  2. Kue balok menes. Kue satu ini terbuat dari singkong putih yang dikupas dan cuci bersih, kemudian direbus dan ditumbuk.
  3. Pasung merah. Hidangan kali ini mempunyai rasa manis yang kuat dengan tekstur kenyal nikmatnya. Bentuknya unik karena mempunyai perpaduan alas makan dari daun nangka atau daun pisang.

Di samping sejarah dan kuliner dari Suku Badui, bila Mom tertarik untuk pergi ke sana terdapat beberapa tempat wisata budaya yang bisa dikunjungi.

Wisata budaya Suku Badui

Rumah Suku Badui
Source: canvacom

Untuk wisata budaya, Suku Badui mempunyai beberapa tempat yang menawarkan suasana tenang, aman dan sejuk.

Terlebih lagi, kelebihan utama dari berwisata ke Suku Badui adalah pemandangan lingkungannya yang indah, asri dan terawat.

Mom bisa mengunjungi wisata ke daerah Cicakal, Kadu Ketug, Cipondok, Gajeboh, Babakan Jaro, Marengo, Cipaler dan Bungur.

Semua tempat tersebut berada di Kanekes luar. Jadi, Mom tak usah khawatir jika akan mengganggu Suku Badui dalam.

Meskipun begitu, ada beberapa peraturan yang perlu Mom patuhi yaitu menjaga kebersihan dan tidak berperilaku seenaknya. Kita tetap perlu menjaga kelestarian alam agar terus ada sampai tua nanti.

Itulah serba-serbi dari Suku Badui mulai dari sejarah, kuliner dan wisata budaya yang perlu Mom ketahui. Tertarik untuk pergi ke daerah Suku Badui, Mom?


Artikel Asli