Hasil Riset Sebut Anak Lahir di Masa Pandemi Miliki IQ Lebih Rendah, Percaya Gak Moms?

herstory | Gaya Hidup | Published at 16/08/2021 12:00
Hasil Riset Sebut Anak Lahir di Masa Pandemi Miliki IQ Lebih Rendah, Percaya Gak Moms?

Temuan awal oleh para peneliti Amerika Serikat menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir selama pandemi Covid-19 menunjukkanskor IQyang lebih rendah daripada mereka yang lahir sebelum Januari 2020. Tetapi, para peneliti belum mengetahui penyebab yang mendasari hal tersebut.

Ilmuwan mengaitkan dengan 1.000 hari pertama kehidupan anak yang menjadi fase paling penting dalam tumbuh kembangnya.

Temuan tersebut diposting di medRxiv sebelum peer review pada 11 Agustus, yang berasal dari survei di antara sekitar 605 anak di Rhode Island, termasuk 39 anak yang lahir pada 2018 dan 2019.

Faktor lingkungan, termasuk kesehatan mental dan fisik ibu, nutrisi, stimulasi, dan juga pengasuhan yang mendukung dapat mengubah perkembangan anak.

Hasil penelitian, bayi yang lahir sebelum pandemi terjadi menunjukkan bahwa mereka memiliki IQ berkisar antara 98,5 hingga 107,3. Namun IQ bayi yang lahir di masa pandemi turun 27 sampai 37 poin.

Ditulis Fox News, studi itu mengaitkannya dengan kebijakan penguncian yang bertujuan memperlambat penyebaran Covid-19 seperti penutupan ekonomi, pemakaian masker, gangguan sekolah, jarak sosial, dan perintah tinggal di rumah.

Karena itu, anak-anak yang lahir setelah Januari 2020 dari latar belakang sosial ekonomi rendah yang paling terpukul selama pandemi karena memiliki penurunan skor IQ yang lebih tajam.

"Sementara faktor sosial-ekonomi tampaknya mengurangi konsekuensi negatif dari pandemi, faktor utama yang mendasari tren yang kami amati tetap tidak diketahui," kata penulis penelitian, seperti dikutip dari laman sindikasi, Himedik, Senin (16/8/2021).

Namun, mereka menyarankan faktor-faktor lingkungan yang baik bagi anak bisa membantu tingkatkan perkembangan kognitifnya, seiring waktu.

Anak-anak dari ibu dengan gelar sarjana atau pascasarjana juga lebih kecil kemungkinannya untuk menderita dampak negatif dari kelahiran selama pandemi, kata para peneliti.

Menurut para ahli, hal itu bisa terjadi karena dukungan keluarga atau sosial yang dapat berkontribusi pada kesejahteraan ibu, dan memengaruhi temperamen, perilaku, juga perkembangan kognitif bayi.

Studi ini juga menunjukkan lebih banyak anak laki-laki yang terdampak daripada perempuan.

Stres ibu, baik sebelum dan sesudah melahirkan, memberi efek tambahan pada perkembangan anak, meskipun tidak ada peningkatan atau penurunan drastis pada stres.

Anak-anak yang lahir sebelum pandemi tidak menunjukkan skor verbal, non-verbal, dan kognitif yang jauh lebih rendah ketika mengikuti tahap perkembangan selanjutnya selama pandemi. Para peneliti berkesimpulan bahwa pandemi menghambat sebagian besar perkembangan anak usia dini.

Nah, gimana tanggapannya, Moms?

Beauty, suka topik artikel dari HerStory? Baca informasi menarik seputar wanita dan juga working moms lainnya di herstory.co.id segera, ya!

Artikel Asli