Bacaan Niat dan Keutamaan Puasa Sunah Tasu’ah pada Bulan Muharram

Gaya Hidup | okemom.com | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 14:29
Bacaan Niat dan Keutamaan Puasa Sunah Tasu’ah pada Bulan Muharram

OKEMOM Puasa tasua merupakan salah satu puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram. Niat puasa tasua dan keutamaannya dapat disimak dalam artikel berikut ini.

Sebagaimana diketahui, bulan Muharram menjadi permulaan Tahun Baru Islam. Karena itulah disebut bulan syahrullah atau bulan Allah. Bagi muslim yang mengerjakan amal kebaikan, maka Ia mendapat kesempatan untuk beramal salih.

Diriwayatkan dalam satu hadis, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan puasa di bulan Muharram.

Puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah (Muharram). Salat paling utama setelah salat wajib ialah salat malam. (HR. Muslim No. 1163 dari Abu Hurairah).

Salah satu puasa sunah yang dianjurkan pada bulan baik ini adalah tasua . Berasal dari bahasa Arab tisah artinya sembilan.

Source: Freepik

Puasa ini mengiringi puasa Asyura di tanggal 10 Muharram sebagai tanda pembeda dengan puasa orang Yahudi yang dilakukan hanya pada tanggal 10 Muharram.

Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma pernah menyampaikan ke Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa 10 Muharram merupakan hari agung bagi Yahudi dan Nasrani. Selanjutnya dijawab Rasulullah dengan ajakan untuk berpuasa juga pada tanggal 9 Muharram.

Namun, rencana itu belum terlaksana karena Rasulullah meninggal dunia sebelum pergantian tahun Hijriah. Dari riwayat tersebut, puasa Tasua memang digabung dengan Asyura. Fungsinya sebagai pengiring.

Dilansir NU Online , keutamaan puasa Tasua begitu besar apabila dikerjakan. Salah satunya meningkatkan ketakwaan, keimananan dan rasa syukur kepada Allah Taala. Tentunya dilandasi dengan niat tulus semata mengharap ridha-Nya.

Source: Freepik

Adapun bacaan niat puasa Tasua dan artinya sebagai berikut:

Nawaitu shauma ghadin an adai sunnatit Tasua lillahi taala.

Artinya : Aku berniat mengerjakan puasa sunah Tasua pada esok hari karena Allah Taala

Setelah membaca niat, maka dilanjutkan dengan makan sahur hingga waktu sebelum terbit fajar. Kemudian, menahan nafsu dan menghindari segala perkara yang dapat membatalkan puasa.

Terakhir, usai berpuasa seharian penuh, dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa saat waktu Magrib tiba atau matahari terbenam.

Demikian penjelasan tentang puasa Tasua, keutamaan dan bacaan niatnya. Semoga Allah senantiasa memberi kemudahan agar bisa mengerjakan puasa ini secara maksimal.

Artikel Asli