Body Dysmorphic Disorder, Perasaan Cemas Berlebih pada Bentuk Tubuh

Gaya Hidup | okemom.com | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 14:00
Body Dysmorphic Disorder, Perasaan Cemas Berlebih pada Bentuk Tubuh

OKEMOM-Ada banyak sekali tipe gangguan mental yang kerap dialami masyarakat urban sekarang ini, salah satunya body dysmorphic disorder (BDD). Seseorang dengan BDD sangat mudah kesal dengan penampilan fisik tubuh, sehingga menghalanginya menjalani hidup normal.

Sebagian orang mungkin tak begitu memerhatikan seperti apa bentuk tubuhnya karena meyakini bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, bila mengalami BDD ini, seseorang merasa tidak pernah cukup dengan kondisi tubuh yang Ia miliki.

Hampir setiap waktu muncul pikiran negatif tentang tubuh sendiri dan itu sulit dikendalikan. Sangat fokus pada citra tubuh, berulang kali memeriksa cermin, berdandan atau mencari kepastian.

Bahkan, menghabiskan banyak waktu dalam sehari hanya untuk mengkhawatirkan fisik diri sendiri. Gangguan ini bukan saja membuat stres dan depresi, tapi juga keinginan bunuh diri.

Gejala body dysmorphic disorder

Source: Freepik

Area tubuh umum yang menjadi perhatian orang dengan masalah BDD meliputi kulit wajah, rambut, serta ukuran atau bentuk mata, hidung, telinga, bibir, bokong, paha, perut, payudara, kaki dan alat kelamin.

Dilansir Mayo Clinic , gejala gangguan dismorfik tubuh meliputi:

  • Sangat sering memeriksa diri sendiri di cermin
  • Menghindari cermin
  • Mencoba menyembunyikan bagian tubuh dengan topi, syal, atau riasan
  • Terus-menerus berolahraga atau berdandan
  • Keyakinan kuat bahwa diri sendiri memiliki cacat dalam penampilan
  • Berpikiran buruk bahwa orang lain melihat kejelekan fisik
  • Selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain
  • Selalu bertanya pada orang lain apakah terlihat baik-baik saja
  • Tidak memercayai orang lain ketika mereka mengatakan Ia terlihat baik-baik saja
  • Menghindari kegiatan sosial
  • Tidak keluar rumah apalagi di siang hari
  • Mencari tahu berbagai treatment kecantikan
  • Melakukan operasi plastik yang tidak perlu
  • Merasa cemas, tertekan, dan malu

Gangguan dismorfik tubuh biasanya tidak membaik dengan sendirinya. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat memburuk dari waktu ke waktu. Menyebabkan kecemasan, depresi berat, dan bahkan pikiran dan perilaku untuk bunuh diri.

Penyebab body dysmorphic disorder

Source: Freepik/Racool_studio

Menurut laman Anxiety and Depression Association of America (ADAA), gejala BDD paling sering berkembang pada remaja, baik laki-laki maupun perempuan.

Dari hasil penelitian American Psychiatric Association tahun 2013 di Amerika Serikat, BDD terjadi pada sekitar 2,5 persen laki-laki dan 2,2 persen perempuan. Sering terjadi pada remaja usia 12-13 tahun.

Belum diketahui pasti penyebab gangguan dismorfik tubuh. Seperti kondisi kesehatan mental lainnya, dapat diakibatkan kombinasi masalah. Biasanya dimulai pada awal masa remaja dan tidak terbatas pada satu gender .

Beberapa faktor tertentu bisa meningkatkan risiko terhadap gangguan ini, termasuk:

Kapan harus periksa ke dokter?

Sampai hari ini, belum ada standar pencegahan terhadap gangguan dismorfik tubuh. Namun, karena sering dimulai pada usia remaja awal, mengidentifikasi gangguan ini lebih awal dan memulai pengobatan mungkin akan bermanfaat.

Penanganan dini dapat membantu mencegah kambuhnya gejala gangguan dismorfik tubuh. Dokter biasanya menawarkan terapi rutin yang dipantau perkembangannya oleh tim medis.

Apabila Mom atau ada anggota keluarga yang mengalami gejala sebagaimana dijelaskan di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter ahli untuk menemukan penanganan tepat.

Referensi:

Mayo Clinic. Body Dysmorphic Disorder . 2019.

Anxiety and Depression Association of America. Body Dysmorphic Disorder . 2021.

Artikel Asli