Penjelasan Louis Vuitton Indonesia Soal Pesanan Baju Dinas DPRD Tangerang Kota

Gaya Hidup | tabloidbintang | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 13:00
Penjelasan Louis Vuitton Indonesia Soal Pesanan Baju Dinas DPRD Tangerang Kota

Pengadaan baju dinas Anggota DPRD Tangerang Kota disebut akan menggunakan bahan dari merek fashion asal Perancis, Louis Vuitton. Kabar tersebut diungkap oleh Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) Hadi Sudibjo.

Rencanannya ada empat bahan pakaian yang akan digunakan, yakni Louis Vuitton untuk pakaian dinas harian, Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi, Theodore untuk pakaian sipil harian, dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap.

Kabar soal penggunaan Louis Vuitton itu pun viral dan bikin heboh di media sosial. Namun, hingga saat ini perwakilan Louis Vuitton mengungkap pihaknya membantah memberi bahan pakaian ataupun membuat seragam untuk anggota DPRD Tangerang Kota.

"Louis Vuitton tidak ada kerjasama atau relasi (dengan pihak DPRD Kota Tangerang) sebagaimana yang ramai diberitakan," ungkap Eunika Santosa, Communication Manager Louis Vuitton Indonesia, kepada wartawan, Selasa (10/8).

Eunika menjelaskan, Louis Vuitton yang dipegang grup LVMH bersama Dior dan Fendi, tidak menerima pemesanan bahan untuk pembuatan seragam apapun.

"Louis Vuitton tidak ada sektor business seperti itu globally," jelas Eunika.

Louis Vuitton berdiri sejak 1854 di Perancis, membuka butik pertamanya di Indonesia pada 1990 hanya menyediakan busana siap pakai untuk pria dan wanita serta koleksi aksesori.

Eunika menerangkan, Louis Vuitton selalu mengeluarkan produk rancangan terbatas tidak pernah membuat secara besar-besaran.

"Koleksi kami mostly limited, dengan arahan designer LV for Women Nicolas Ghesquiere, dan untuk koleksi pria oleh Virgil Abloh. Louis Vuitton tidak pernah melakukan produksi dengan quantity besa atau massal," pungkas Eunika.

(pri)

Artikel Asli