Perhatikan Mom, 5 Makanan ini Sering jadi Pemicu Alergi Anak

Gaya Hidup | okemom.com | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 07:14
Perhatikan Mom, 5 Makanan ini Sering jadi Pemicu Alergi Anak

OKEMOM Memberikan makanan sehat dan bergizi merupakan hak bagi anak agar tubuh dan berkembang secara maksimal. Namun, pernahkah anak mengalami gatal, sesak atau bengkak di bagian tubuh tertentu saat mengonsumsi suatu makanan?

Jika iya, kemungkinan besar si kecil mengalami alergi makanan, Mom. Melansir dari KidsHealth , alergi makanan tidak bisa Mom anggap sepele.

Sebab, alergi makanan pada anak mampu menyebabkan reaksi serius hingga mematikan. Hal ini terjadi karena alergi dapat memengaruhi sistem pernapasan, saluran pencernaan dan sistem kardiovaskular.

Oleh karena itu, penting bagi Mom mengetahui apa saja makanan yang paling sering jadi pemicu alergi anak. Berikut OKEMOM rangkum beberapa makanan pemicu alergi.

1. Susu sapi

Makanan jadi Pemicu Alergi Anak
Source: canvacom

Alergi susu sapi adalah jenis yang paling umum terjadi pada anak. Potensi besar mengapa alergi ini timbul karena sistem kekebalan yang salah memberikan reaksi terhadap protein pada susu sapi.

Tubuh mengira bahwa protein adalah zat berbahaya, sehingga berusaha melawannya. Gejala awal timbulnya alergi susu sapi biasanya dimulai dari ruam kulit, muntah, bengkak pada bagian tertentu hingga mengalami dermatitis atopik.

Anak yang alergi terhadap susu sapi juga berisiko besar mempunyai riwayat intoleransi susu dan intoleransi laktosa. Untuk mengatasinya, Mom perlu membawa anak ke dokter agar mendapatkan penanganan tepat.

Selain itu, sebagai pengganti susu sapi, Mom dapat mengubahnya dengan mengonsumsi yoghurt, keju, sayuran hijau, jeruk dan ikan salmon yang punya kandungan serupa.

2. Telur

Telur
Source: canvacom

Anak yang alergi terhadap telur tak berbeda jauh penyebabnya dari susu sapi. Hal itu terjadi karena tubuh salah mengklasifikasi protein pada telur dan menganggapnya sebagai zat yang berbahaya.

Karena itu, tubuh bereaksi dengan melepaskan histamin ke darah sehingga menyebabkan gejala alergi.

Mayoritas alergi terhadap putih telur dan menimbulkan reaksi yang bersifat ringan seperti gatal pada kulit. Namun, bila hal ini terus terjadi, maka anak berisiko memunculkan reaksi parah seperti anafilaksis.

Anafilaksis mampu membuat seseorang sulit bernapas atau pingsan. Jika tidak segera Mom obati, anafilaksis bisa mengancam jiwa si kecil.

Untuk itu, jika adanya batuk, sesak napas, muntah, bintik merah. mata gatal, bengkak dan penurunan tekanan darah, segera pergi ke dokter.

3. Kacang

Kacang
Source: canvacom

Pada kebanyakan kasus, alergi kacang pada anak akan terus berlaku hingga Ia tumbuh dewasa. Alergi kacang sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni pertama seperti kacang yang asalnya dari pohon seperti kenari dan almond.

Jenis alergi yang kedua yaitu berasal dari kacang bawah tanah layaknya kacang tanah, polong, dan kedelai. Anak yang mempunyai alergi kacang cukup sulit untuk menjaga pola makannya.

Sebab, ada banyak makanan yang memakai kacang sebagai salah satu bahannya. Selain itu, sedikit saja orang dengan alergi kacang mengonsumsi makanan tersebut, efeknya cukup berbahaya hingga menyebabkan pingsan.

4. Gandum

gandum
Source: canvacom

Anak yang mengalami alergi gandum lebih besar daripada orang dewasa. Meski begitu, alergi ini bisa Mom atasi dengan menjalani beberapa perawatan dari waktu ke waktu.

Reaksi yang timbul dari alergi gandum bisa saja berbeda pada setiap anak. Beberapa diantaranya berisiko mengalami gatal pada kulit atau melibatkan satu sistem tubuh.

Sedangkan lainnya dapat lebih parah dengan melibatkan lebih dari satu bagian tubuh. Alergi gandum pun berbeda dengan penyakit celiac.

Pada dasarnya penyakit celiac tidak menyebabkan reaksi alergi. Anak dengan celiac pun umumnya tidak bisa mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Sedangkan anak dengan alergi gandum masih bisa makan jenis biji-bijian lainnya.

5. Seafood

seafood
Source: canvacom

Bukan hanya orang dewasa yang mengalami alergi seafood . Namun, anak-anak pun bisa terkena potensi alergi satu ini. Anak dengan alergi seafood biasanya tidak bisa mengonsumsi makanan laut seperti cumi, udang, kerang dan ikan.

Hal ini terjadi karena kandungan omega-3 dan mineral pada beberapa makanan tersebut sangat tinggi. Bahkan, anak yang alergi pada kerang hanya dengan mencium aroma masakannya saja bisa menimbulkan reaksi muntah atau gatal-gatal.

Sayangnya, anak dengan alergi seafood akan terus mengalaminya hingga tumbuh dewasa. Sehingga, untuk menghilangkannya pun sulit dilakukan.

Itulah lima makanan yang paling sering jadi pemicu timbulnya alergi pada anak. Jika mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui cara apa yang paling tepat menangani alergi makanan ini.

Referensi :

KidsHealth. Food Allergies . 2018

HealthyChildren. Common Food Allergies . 2020


Artikel Asli