Mom Begini Menanamkan Tanggung Jawab pada si Sulung Sebagai Kakak

Gaya Hidup | okemom.com | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 07:14
Mom Begini Menanamkan Tanggung Jawab pada si Sulung Sebagai Kakak

OKEMOM Sebagian besar anak sulung memiliki keinginan naluri untuk menjadi panutan yang bijaksana dan penuh kasih sayang bagi adiknya. Tanggung jawab sebagai abang atau kakak dalam keluarga tentu saja tidak mudah dijalani.

Sedari dini, Mom perlu mengajarkan anak sulung tanggung jawab kakak agar kelak keinginan untuk menjadi panutan hebat bagi adik-adiknya dapat terwujud. Ajarkan pula role model yang baik.

Dengan membiasakan tanggung jawab pada si sulung, besar kemungkinan anak-anak yang lain akan meniru hal positif dari kakaknya. Perselisihan mungkin tetap ada, namun semua itu tak mengkhawatirkan karena salah satunya mengalah.

Berikut OKEMOM rangkum, cara mengajarkan makna tanggung jawab pada anak paling besar dalam keluarga.

1. Mulai menanamkan kebiasaan baik

Source: Freepik/pressfoto

Anak-anak sejatinya belajar hal baru dari orang terdekatnya yaitu keluarga, dalam hal ini orang tua. Anak meniru tanpa mengetahui konsep benar dan salah yang dijadikan prinsip dalam sebuah keluarga.

Untuk itu, Mom perlu membiasakan perilaku positif pada semua anggota keluarga. Tak masalah menggunakan kalimat bijak di setiap kesempatan.

Bagi anak sulung, bagian ini menanamkan mentalitas positif pada dirinya yakni tidak membenarkan tindakan yang salah atau jahat. Jika ada yang berbuat kesalahan, sebaiknya meminta maaf tanpa perlu dipaksa lagi.

2. Mendiskusikan arti menjadi role model

Mengajak anak diskusi sehat tentang topik menjadi panutan. Bicarakan banyak hal tentang sikap bijaksana. Karena setiap orang tua memiliki pemahaman berbeda tentang memaknai kata panutan.

Setelah mengikuti alur obrolan itu, bukan tidak mungkin anak juga memiliki pandangan berbeda tentang hal tersebut. Orang tua dan anak bisa mencari solusi bersama. Dengan begitu, tujuan ke depannya juga selaras dalam memegang sebuah tanggung jawab.

3. Menjalin bonding sehat antara anak

Source: Freepik/jcomp

Guna memberikan pemahaman akan peran positif pada anak sulung, penting bagi orang tua untuk membina hubungan yang mendukung antara anak-anak sedari awal. Misalnya, mengajari anak untuk saling mendukung meskipun orang tua tidak terlibat.

Mom perlu menghormati semua kebutuhan individu setiap anak, tidak membandingkan satu anak dengan yang lain. Kemudian, menetapkan aturan dasar dan meminta setiap anak menjelaskan tanggung jawabnya, menunjukkan cinta setara untuk semua, serta mengantisipasi konflik keluarga yang sulit.

Jadi, anak juga memahami bahwa dalam keluarga, waktu berkualitas bersama itu sangat dibutuhkan agar kepekaan dan kasih sayang antara saudara kandung tidak memudar.

4. Menunjukkan apresiasi atas perilaku teladan

Salah satu tindakan penting yang bisa Mom terapkan ialah tulus mengakui dan menyampaikan rasa bangga ketika anak yang lebih tua berhasil menunjukkan perilaku sangat baik.

Jangan pernah menunjukkan di depan anak apa yang tidak disukai. Cobalah untuk fokus sebanyak mungkin pada hal positif yang dilakukan si anak lebih tua.

Katakan betapa Mom terkesan ketika melihat si kakak membantu sang adik mengerjakan tugas sekolah. Betapa bijaksananya ketika menghibur adik yang sedih atau sakit.

5. Menangani situasi sulit lewat kegiatan menyenangkan

Source: Freepik/freepic.diller

Melalui bermain dan interaksi santai sekali pun, anak-anak dapat belajar keterampilan mengelola konflik, empati sekaligus membantu mereka dalam situasi sosial di masa depan.

Khusus anak paling tua, ajarkan mereka untuk memberi pengaruh lebih menonjol. Dan biasanya naluri anak akan melampaui usianya. Bertindak lebih peka dan berusaha menawarkan solusi pada adik-adiknya.

Seiring bertambah usia, anak sulung memiliki kemampuan memotivasi lebih baik. Si adik merasa telah dipahami, dilindungi dan dihargai keberadaannya. Ini akan memberi pengaruh positif terhadap cara menjalin pertemanan dengan anak-anak lain.

Pada dasarnya, setiap anak memang terlahir istimewa. Tidak selamanya juga anak paling besar memahami anak lebih muda. Justru satu sama lain harus saling mendukung. Itulah proses panjang dalam ikatan persaudaraan kandung. Semoga tips di atas bermanfaat, Mom.

Artikel Asli