Ketika Komunis Uni Soviet Membungkam Peradaban 7.000 Tahun di Eropa Timur

Gaya Hidup | okezone | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 00:25
Ketika Komunis Uni Soviet Membungkam Peradaban 7.000 Tahun di Eropa Timur

PENEMUAN situs-situs besar yang digali di Moldova, Rumania, dan Ukraina, negara-negara di Eropa Timur mengungkap sejarah kota- kota kuno dengan teknik konstruksi canggih yang dihuni populasi manusia yang besar.

"Anda tahu ada buku karya Jules Verne berjudul Pulau Misterius, di mana orang-orang tinggal di sebuah pulau dan mulai membangun peradaban?" tanya Mykhailo Videiko, arkeolog dari Borys Grinchenko Kyiv University di Ukraina.

"Tapi ini bukan cerita fiksi," dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan.

"Ini adalah kisah nyata."

Peradaban kuno itu adalah Cucuteni-Trypillia yang dibungkam dua kali, oleh waktu dan kepentingan politik.

Penemuan situs ini membuat peradaban itu kembali mendapatkan tempat untuk berbagi cerita tentang kemegahannya.

Ilustrasi

Pemandangan di Eropa Timur (getty images via BBC)

Cerita tentang Trypillia, demikian peradaban itu biasa disebut, dimulai 7.000 tahun silam di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Eropa Timur, terutama Moldova, Rumania, dan Ukraina.

Permukiman-permukiman yang digali memberi gambaran pada para arkeologi modern salah satu contoh dari urbanisasi besar masa lalu dan menunjukkan sebuah populasi manusia yang melebih satu juta jiwa.

Masyarakat Trypillia "berhasil menerapkan semua inovasi teknologi pada masanya," kata Videiko.

Contohnya adalah hasil-hasil tembikar (perkakas yang terbuat dari tanah liat) yang dihiasi dengan pola dan warna, serta dibakar di tempat pembakaran yang canggih.

Tidak hanya itu, mereka juga menerapkan teknik konstruksi yang digunakan untuk mendirikan bangunan seluas 700 meter persegi.

Sementara, benda-benda yang ditemukan menunjukkan budaya penyembahan terhadap dewi-dewi.

Dibungkam oleh waktu dan politik

Penelitian terhadap Trypillia awalnya dilakukan oleh Uni Soviet , yang mendanai para arkeolog.

Pejabat komunis menganggap Trypillia dapat menunjukan kesejajaran antara peradaban kuno yang impresif dengan ideologi Marxisme yang mempromosikan masyarakat tanpa kelas, tanpa kepemilikan pribadi.

Uni Soviet menganggap "Trypillia adalah ilustrasi indah dari pra-kelas, masyarakat tanpa kelas atau komunisme primitif," ujar Videiko.

 

Tapi ketika penelitian Trypillia dilakukan lebih dalam, mulai terungkap bahwa masyarakat tanpa kelas hanyalah utopia.

Setelah itu, segalanya berubah drastis.

"Ketika para arkeologi menggali lebih dalam, mereka menemukan situs-situs besar peradaban Trypillia. Mereka mulai menemukan banyak bangunan-bangunan besar.

"Dan muncul pertanyaan: Apakah mungkin bangunan-bangunan ini semua dapat dilakukan oleh masyarakat tanpa kelas?" kata Videiko.

Pada tahun-tahun berikutnya, peneliti-peneliti yang menantang propaganda politik negara itu secara resmi dianggap sebagai musuh negara.

Artikel Asli