Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Kesehatan Jantung

glitzmedia.co | Gaya Hidup | Published at 02/08/2021 08:30
Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Kesehatan Jantung

Vitamin D yang dihasilkan oleh sinar matahari pagi mampu menjaga kesehatan jantung dan melebarkan pembuluh darah.

 

Sinar matahari pagi telah lama dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat sinar matahari pagi dapat membantu memproduksi vitamin B3. Namun yang GLITMEDIA.CO maksud adalah sinar matahari pagi di bawah pukul 10 pagi.

 

Itulah sebabnya, saat baru lahir bayi kamu mengajaknya berjemur selama 10-15 menit setiap pagi. Ternyata, selain mengandung vitamin dan baik untuk kulit, sinar matahari pagi juga bermanfaat untuk kesehatan jantung hingga pembuluh darah.

 

Seperti yang sudah disebutkan, bahwa sinar matahari dapat memicu produksi vitamin D di dalam tubuh. Sayangnya banyak orang menghindari sinar matahari karena takut kulit mereka menggelap akibat 'terbakar' sinar matahari.

 

Menurut sejumlah studi ilmiah, berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat membantu menguatkan tulang dan menurunkan risiko serangan jantung serta gangguan pembuluh darah. Jurnal The Archive of Internal Medicine mengungkapkan, bahwa seseorang yang kekurangan vitamin D di dalam tubuhnya berisiko terkena penyakit jantung hingga dua kali lipat.

 

Vitamin D akan mengikat reseptor sel-sel yang menempel pada dinding pembuluh darah dan berguna untuk mengaktifkan nitrit oksida (NO). NO berfungsi untuk melebarkan dinding pembuluh darah, sehingga mengurangi risiko penumpukan plak.

 

Selain itu, vitamin D juga membuat otot jantung lebih kuat sehingga dapat memompa darah secara teratur. NO juga berfungsi untuk menurunkan risiko peradangan di dalam jantung yang biasa terjadi karena penumpukkan lemak.

 

Lebih dari itu, vitamin D yang dihasilkan oleh sinar matahari pagi juga mampu mengubah kolesterol menjadi vitamin D3. Sehingga dengan sering berjemur di bawah matahari pagi, kamu tidak hanya menurunkan risiko penyakit jantung. Tetapi juga dapat terhindar dari serangan stroke.

 

 

(Andiasti Ajani, foto: peakpx.com, unsplash.com/rawpixel)
Artikel Asli