Mendukung Transportasi Nasional yang Efisien

koran-jakarta.com | Gaya Hidup | Published at 23/07/2021 00:00
Mendukung Transportasi Nasional yang Efisien

Tiongkok memilih kereta mengambang atau magnetically levitated (maglev) sebagai salah satu pilihan transportasi angkutan massal. Kereta maglev yang disebut "Qingdao" yang diluncurkan pada Selasa (20/7) telah hadir dalam purwarupa pada Oktober 2020.
Kereta maglev terbaru ini memiliki moncong runcing, dirancang dalam kecepatan di atas kereta cepat berbasis rel konvensional dan mendekati kecepatan pesawat. Untuk operasinya didukung jalur dan infrastruktur transportasi cerdas.
"Pengembangan maglev berkecepatan tinggi dapat membantu Tiongkok merebut teknologi angkutan kereta api terkemuka dan mempertahankan keunggulan negara di bidang rel berkecepatan tinggi," kata Wakil Kepala Insinyur CRRC Qingdao Sifang Rolling Stock Research Institute (CRRC SRI) Wu Donghua, seperti dikutip South China Morning Post.
Tidak seperti kereta konvensional, maglev melayang di atas lintasan dan didorong ke depan oleh elektromagnet yang kuat. Kurangnya gesekan membuat kereta mampu melaju dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari kereta cepat berbasis rel konvensional.
Wakil Kepala Insinyur Pengembang CRRC Sifang Corporation, Ding Sansan, mengatakan bahwa elektromagnet yang kuat menahan kereta di udara selebar ibu jari dari rel. "Kondisi ini mendekati kondisi saat naik pesawat terbang," ujar dia.
Salah satu masalah yang memicu perdebatan adalah maglev memiliki medan elektromagnetik yang sangat tinggi, dikhawatirkan berpengaruh pada kesehatan. Di Tiongkok sendiri terjadi perdebatan tentang manfaat maglev, namun, tampaknya pemerintah menginginkannya karena lebih cepat, teknologinya cukup mapan, dan murah.
Pada akhir 2020, menurut data Administrasi Kereta Api Nasional, total panjang jalur kereta api Tiongkok mencapai panjang 146.300 kilometer. Khusus total jarak tempuh jaringan kereta api berkecepatan tinggi panjangnya mencapai 38.000 kilometer
Data Kementerian Transportasi Tiongkok menyebutkan negeri panda memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terpanjang di dunia. Jaringan tersebut memberikan layanan kepada 95 persen kota dengan populasi lebih dari satu juta.
Hingga 2035 menurut pedoman perluasan transportasi 15 tahun yang diterbitkan pada Februari 2020, Negeri Panda ini menargetkan bisa membangun 200.000 kilometer rel kereta, 460.000 kilometer jalan raya, dan 25.000 kilometer jalur laut tingkat tinggi,
Jaringan ini dirancang untuk mendukung jaringan transportasi nasional 123, yang merupakan singkatan dari satu jam perjalanan di dalam kota, dua jam perjalanan antarkelompok kota, dan tiga jam perjalanan ke kota-kota besar di seluruh negeri. hay/I-1

Artikel Asli