Penumpang di Bandara Juanda Merosot Tajam Selama PPKM

okezone | Gaya Hidup | Published at 22/07/2021 13:30
Penumpang di Bandara Juanda Merosot Tajam Selama PPKM

DAMPAK PPKM darurat yang diberlakukan di Pulau Jawa-Bali, membuat penumpang di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur merosot tajam. Tercatat sebelum pemberlakuan PPKM darurat di penerbangan yang berlaku pada 5 Juli 2021 lalu, penumpang yang tiba dan berangkat masih di kisaran di atas 10 ribu per harinya.

Stakeholder Relation Manager Bandara Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro mengatakan, setelah PPKM darurat diterapkan sejak hingga 20 Juli 2021 kemarin, pergerakan penumpang hanya di kisaran 3.600 - 4.000 penumpang per harinya. Padahal di masa sebelum Bandara Juanda bisa melayani 14 - 15 ribu penumpang per harinya.

"Sebelum PPKM 14-15 ribu per hari, selama PPKM darurat, kami melayani 3.600-4.000 per hari selama 17 hari pemberlakuan PPKM darurat. Kalau ditotal selama PPKM darurat 61 ribu penumpang, kalau dirata-rata seharinya ketemu 3.600-4.000 per hari," ucap Yuristo dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/7/2021).

Mayoritas penumpang yang masih melakukan penerbangan baik yang tiba dan berangkat di Juanda, merupakan tujuan Jakarta atau tiba dari Jakarta. Di mana mayoritas mereka memang mempunyai kepentingan baik urusan pekerjaan atau kepentingan lain.

Penumpang di Bandara Juanda

(Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)

"Pergerakan penumpang ini didominasi penerbangan domestik dari Jakarta dan ke Jakarta. Kalau untuk penerbangan internasional sangat sedikit, hanya kedatangan dari Singapura dan Malaysia, yang didominasi kepulangan pekerja migran," bebernya.

Selain penurunan pergerakan penumpang di Bandara Juanda, sejumlah maskapai penerbangan juga terpaksa mengurangi intensitas penerbangan ke Bandara Internasional Juanda. Bila sebelum adanya PPKM darurat rata-rata jumlah penerbangan yang tiba dan berangkat sebanyak 150 penerbangan, jumlah itu menurun drastis di masa PPKM yang kini berubah nama jadi PPKM level 4.

"Sebelum PPKM darurat itu ada 150 penerbangan sehari, kalau sekarang dibawah 100 flights, ada 80 flights rata-rata per hari sejak 5 Juli 2021," ungkapnya.

Selama masa PPKM darurat disebutkan pula, dokumen kesehatan di Bandara Juanda benar-benar dicek secara teliti. Hal ini untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 dari penumpang lain.

Artikel Asli