Sudah Akhiri Kontrak, Aktor Lee Ji Hoon Malah Dituntut oleh Agensi Lamanya

glitzmedia.co | Gaya Hidup | Published at 20/07/2021 08:01
Sudah Akhiri Kontrak, Aktor Lee Ji Hoon Malah Dituntut oleh Agensi Lamanya

Kira-kira kenapa ya?


Sekitar pertengahan tahun 2020 lalu, aktor andal asal Korea Selatan yakni Lee Ji Hoon mengumumkan bahwa dirinya memutuskan untuk tidak mengakhiri kontrak dengan agensinya yakni G-Tree Creative. Setelah lepas dari agensi tersebut, Ji Hoon mendirikan agensinya sendiri yang ia beri nama Ssme Entertainment.


Sayangnya, keputusan Ji Hoon untuk keluar dari agensi lamanya ini berakhir menjadi tidak baik-baik. Karena, agensi lamanya baru saja melayangkan gugatan terkait pencemaran nama baik yang dilakukan oleh aktor kelahiran tahun 1988 itu.


Melansir dari soompi.com, perwakilan dari agensi G-Tree Creative mengungkapkan bahwa Ji Hoon telah berkata bohong dalam sebuah wawancara, di mana ia mengatakan bahwa G-Tree Creative tidak membayarkan honor yang harusnya ia dapat karena membintangi beberapa drama dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun enam bulan.


Dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun enam bulan, Ji Hoon pernah membintangi tiga drama. Namun dari tiga drama ini, baru dua drama yang kami bayarkan honornya. Karena drama yang satu lagi memang belum membayarkan honornya.


Meskipun kami tidak pungkiri bahwa memang ada keterlambatan dalam proses pembayaran honor kepada mantan artis kami. Tetapi kami telah membayarkan semuanya. Sangat disayangkan kenapa ia berkata bahwa kami tidak membayarnya. Gara-gara ucapannya itu, citra perusahaan kami jadi rusak, tutur perwakilan G-Tree Creative.




Tiga drama yang dimaksud oleh G-Tree Creative kemungkinan besar adalah Woman of 9.9 Billion (2019), Dinner Mate (2020), dan River Where The Moon Rises (2021) . Drama River Where The Moon Rises sendiri memang banyak menimbulkan konflik bagi para aktor dan aktrisnya.


Sebab, aktor utama di drama tersebut yakni Jisoo, terlibat dalam kasus bullying yang ia lakukan dulu saat masih duduk di bangku SMA. Karena kasus itu, Jisoo memutuskan untuk mengundurkan diri dari drama tersebut.


Padahal, drama dengan jumlah episode sebanyak 20 ini sudah menyelesaikan proses shooting hingga episode ke-18. Artinya, keputusan Jisoo untuk mundur membuat semua aktor dan aktris yang terlibat harus shooting ulang.


Hal inilah yang kemudian membuat proses pembayaran setiap aktor dan aktrisnya mengalami keterlambatan. Tahu disudutkan, Ji Hoon pun tidak tinggal diam. Lewat pengacara pribadinya, ia mengungkapkan bahwa apa yang dituduhkan oleh agensi lamanya salah besar. Karena ia tidak pernah mengungkapkan kalau agensi lamanya, tidak membayar honor-honornya.


Bisa dilihat sendiri, bahwa di wawancara itu Ji Hoon berkata bahwa selama satu tahun enam bulan terakhir, pembayaran yang harusnya ia dapat setelah membintangi tiga drama, tidak diselesaikan tepat waktu oleh agensi tersebut. Persis seperti klaim yang diungkapkan oleh G-Tree Creative. Sehingga Ji Hoon merasa tidak pernah memberikan informasi palsu kepada publik, ungkap sang pengacara.


Agensi G-Tree Creative sendiri mengaku sudah membawa masalah ini ke pihak kepolisian untuk diselesaikan secara hukum. Masih lewat pengacaranya, Ji Hoon mengatakan siap untuk menyelesaikan masalah ini secara hukum jika memang diperlukan.


Karena ia sendiri disebut-sebut memiliki bukti konkrit yang bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Bahkan, ia juga punya beberapa bukti kejahatan yang pernah dilakukan oleh agensi tersebut kepada karyawan-karyawannya, termasuk manajernya.


Menurut Ji Hoon, manajernya pernah dipaksa untuk mengundurkan diri, dipaksa untuk menerima gaji yang tidak layak, hingga menerima hinaan secara verbal dari petinggi di agensi tersebut. Sehingga kalau agensi mau menyelesaikan masalah ini secara hukum, Ji Hoon siap menjalaninya, tandas sang pengacara.




(Andiasti Ajani, foto: instagram.com/88leejihoon)
Artikel Asli