Ada Warga Ingin Divaksin Ulang, Ini Pendapat Dokter

okezone | Gaya Hidup | Published at 13/07/2021 11:48
Ada Warga Ingin Divaksin Ulang, Ini Pendapat Dokter

VAKSINASI Gotong Royong Individu yang direncanakan pemerintah melalui PT Bio Farma (Persero) direncanakan dibuka di 6 kota di Jawa dan Bali. Namun saat ini pelaksaan Vaksinasi Gotong Royong ditunda untuk sementara waktu.

Saat ini sebagian warga berpikir vaksinasi yang mereka dapatkan secara gratis dari pemerintah dinilai masih kurang. Mereka merasa vaksin sebelumnya tidak cukup melindungi diri mereka dari pandemi Covid-19 yang sedang meledak saat ini. Terlebih dengan efikasi vaksin Sinovac.

Vaksin Covid-19

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Addai mengatakan, pemikiran seperti itu adalah efek dari ketidakpahaman mengenai vaksin di level masyarakat. Sebab vaksin membutuhkan waktu untuk bekerja, minimal 70 persen populasi telah disuntik, baru akan terlihat hasilnya.

Tapi kalau hanya 10-20 persen, seperti Indonesia yang di bawah 20 persen, masih sangat jauh. Apalagi masyarakat yang menerima vaksin dosis lengkap. Situasinya Indonesia masih jauh dari Herd Immunity (Kekebalan kelompok) jadi masih belum terlihat. Perlu dipahami bahwa vaksin tidak hanya untuk menimbulkan kekebalan pribadi saja, tutur dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal, Selasa (13/7/2021).

Dokter Fajri mengatakan bahwa masyarakat harus melihat vaksinasi ini secara global view (secara luas) ketika Herd Immunity (kekebalan kelompok) sudah terbentuk. Jika hal tersebut sudah tercapai, seharusnya kasus Covid-19 akan berkurang. Seandainya kasus penyebaran Covid-19 masih tinggi, tapi sudah tidak ada lagi yang meninggal dunia, ataupun mengalami sakit berat.

Contohnya seperti kasus di Israel dan Inggris. Inggris sebenarnya kasusnya lagi meningkat luar biasa. Bahkan angka rumah sakitnya juga meningkat. Jadi bergeser, orang usia muda menjadi lebih tinggi terinfeksi Covid-19. Tapi angka kematiannya cenderung flat, alias tidak bertambah. Ada bertambah tapi stabil, tidak seperti di Indonesia. Israel pun sama, angka kasusnya meningkat, tapi angka kematiannya belum tentu meningkat, lanjutnya.

Ia berharap masyarakat bisa memiliki sudut pandang yang berbeda dalam hal menyikapi vaksin. Sebab tujuan utama vaksinasi adalah mengurangi jumlah kasus Covid-19 dan menciptakan antibodi.

Sehingga jika ada orang yang sakit, maka akan seperti flu biasa. Beberapa hari sembuh, dan tidak sampai meninggal. Itu harapannya, berupa kekebalan komunitas yang bakal terbentuk, tuntasnya.

Artikel Asli