Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Bisa Bikin Gangguan Saraf

bisnis.com | Gaya Hidup | Published at 13/07/2021 10:28
Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Bisa Bikin Gangguan Saraf

Bisnis.com, JAKARTA Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengumumkan label peringatan untuk vaksin Covid-19 Johnson & Johnson yang berkaitan dengan sindrom Guillain-Barre (GBS), yaitu gangguan neurologis langka, Senin (12/7/2021).

Lebih dari 12,5 juta vaksin Johnson & Johnson yang didistribusikan di Amerika Serikat, ditemukan terdapat 100 laporan awal kasus sindrom Guillain-Barre.

Melansir dari Channel News Asia , Selasa (13/7/2021), sindrom Guillain-Barre adalah gangguan neurologis di mana sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel saraf dan menyebabkan kelemahan otot atau dalam kasus yang paling parah menyebabkan kelumpuhan.

Menurut CDC, dari 100 kasus yang dilaporkan terkait dengan vaksin Johnson & Johnson, sebagian besar adalah pria berusia 50 tahun ke atas sekitar dua minggu setelah divaksinasi.

Dalam sebuah pernyataan, Johnson & Johnson menegaskan bahwa kemungkinan mereka yang mendapatkan vaksin mengembangkan Guillain-Barre adalah sangat rendah.

"Keamanan dan kesejahteraan orang-orang yang menggunakan produk kami adalah prioritas nomor satu kami," kata pernyataan itu.

Gejala tersebut dimulai dalam 42 hari setelah menerima vaksin dan kemungkinan hal ini terjadi sangat rendah.

FDA mengatakan masyarakat harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala usai menerima vaksin Johnson & Johnson.

Adapun gejala yang dimaksud antara lain mengalami kelemahan atau sensasi kesemutan, kesulitan berjalan, kesulitan berbicara, mengunyah atau menelan, penglihatan ganda atau ketidakmampuan untuk menggerakkan mata, dan hilangnya fungsi kandung kemih atau usus.

Artikel Asli