Ilmuwan Australia Kembangkan Tes Diabetes Lewat Air Liur, Diklaim Bisa untuk Covid-19

bisnis.com | Gaya Hidup | Published at 13/07/2021 09:14
Ilmuwan Australia Kembangkan Tes Diabetes Lewat Air Liur, Diklaim Bisa untuk Covid-19

Bisnis.com, JAKARTA - Ilmuwan Australia mengatakan mereka telah mengembangkan tes gula darah untuk penderita diabetes, strip non-invasif yang memeriksa kadar glukosa melalui air liur.

Tes ini, diklaim tidak akan menyakitkan bagi penderita diabetes, yang biasanya harus menusuk jarinya untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuhnya.

Tes terbaru ini bekerja dengan menyematkan enzim yang mendeteksi glukosa ke dalam transistor yang kemudian dapat mengirimkan keberadaan glukosa, menurut Paul Dastoor, Profesor Fisika di University of Newcastle di Australia, yang memimpin tim yang menciptakannya dilansir dari Channel News Asia.

Karena bahan elektronik dalam transistor adalah tinta, pengujian dapat dilakukan melalui pencetakan dengan biaya rendah, kata Dastoor.

"Teknik pengujian glukosa ini telah menjadi sesuatu yang non-invasif, tes ini benar-benar membuka prospek pengujian glukosa bebas rasa sakit, biaya rendah dan mudah-mudahan hasil yang jauh lebih baik untuk penderita diabetes," katanya.

Dia memaparkan tes baru ini diciptakan secara kebetulan ketika para ilmuwan sedang mengerjakan sel surya.

Proyek ini mendapatkan dana sebesar A$6,3 juta (US$4,7 juta) dari pemerintah Australia untuk mendirikan fasilitas untuk memproduksi alat uji jika uji klinis lulus.

Dastoor mengatakan teknologi itu juga dapat ditransfer ke pengujian COVID-19 dan pengujian alergen, hormon, dan kanker.

Universitas tersebut sudah bekerja dengan Universitas Harvard dalam tes COVID-19 menggunakan teknologi yang sama, tetapi implikasi untuk pengujian lain yang membuat fisikawan bersemangat tentang potensi sensor.

"Saya pikir ini akan secara radikal mengubah cara kita berpikir tentang perangkat medis dan khususnya sensor karena kita dapat mencetaknya dengan biaya yang sangat rendah," kata Dastoor.

Artikel Asli