Sosok KH Ahmad Lutfi Fathullah, Ahli Hadits Berwawasan Luas yang Tetap Mengajar Siswa SD

inewsid | Gaya Hidup | Published at 13/07/2021 08:25
Sosok KH Ahmad Lutfi Fathullah, Ahli Hadits Berwawasan Luas yang Tetap Mengajar Siswa SD

JAKARTA, iNews.id - Innalillahi wa Inna Ilahi Rajiun. Umat Islam Indonesia kembali berduka dengan wafatnya KH Dr Ahmad Lutfi Fathullah, Minggu (11/7/2021) malam. Sosok almarhum KH Ahmad Lutfi dikenal sebagai pakar dan ahli hadits yang mumpuni.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut cucu guru Mughni tersebut merupakan ahli hadits yang berwawasan luas.

"Cucu guru Mughni yaitu KH Lutfi bin Fathullah bin Abdul Mughni adalah ahli hadis yang wawasannya luas, pengetahuannya amat dalam dan melek iptek," kata Anies dalam akun Instagram @aniesbaswedan, Senin (12/7/2021).

Anies juga menyebut sosok KH Lutfi sangat inovatif dengan membuat berbagai macam aplikasi penunjang belajar agama dan untuk kegiatan ibadah. KH Lutfi juga Direktur Pusat Kajian Hadis Jakarta, seorang ustadz, mubaligh yang sangat alim, sangat energik dan dinamis

Anies menceritakan sejarah singkat almarhum KH Lutfi berawal dari seorang cucu pendiri Masjid Baitul Mughni yaitu KH Abdul Mughni, seorang ulama terkenal pada masanya. Sebuah tempat yang sangat tersohor, legendaris di tanah betawi ini.

Kemudian, Anies menyebut Kiai Lutfi menjabat sebagai ketua Baznas-Bazis DKI Jakarta sejak 2019 silam.

"Sejak 2019, KH Lutfi memegang amanah sebagai ketua BAZNAS-BAZIS DKI Jakarta, yang dalam kepemimpinannya amat banyak membuat terobosan, dan menggelarluaskan manfaat yang luar biasa pada kaum dhuafa dan anak-anak yatim di Jakarta," ungkapnya.

Dikutip dari Pusat Kajian Hadis, Dr KH Ahmad Lutfi Fathullah lahir di Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, 25 Maret 1964.

Putra Betawi asli yang merupakan salah satu cucu Guru Mughni, seorang tokoh ulama Betawi kenamaan di era akhir 1800 dan awal 1900-an.

KH Ahmad Lutfi menikah dengan Jehan Azhari, dan sudah dikaruniai tiga anak, yakni Hanin Fathullah, Muhammad Hadi Fathullah, dan Rahaf Fathullah

Pendidikan
KH Ahmad Lutfi sudah ditanamkan pendidikan agama sejak dini. Sewaktu kecil, KH Ahmad Lutfi mengaji ke pamannya KH Ali Syibromalisi.

Setelah menamatkan di SDN 01 Kuningan Timur, KH Ahmad Lutfi melanjutkan pendidikannya ke Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

KH Ahmad Lutfi lalu menempuh pendidikan S-1 di Damascus University, Fakultas Syariah, Jurusan Fiqh wa Usulih, lalu menempuh pendidikan S2 di Jordan Universiti dan meraih gelar doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia, Fakulti Pengajian Islam dengan kajian utamanya Hadits.

Di antara guru-guru yang pernah mengajar baik formal maupun non-formal antara lain KH. Imam Zarkasyi, Prof. DR. Syeikh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, Prof. DR. Syeikh Nuruddin Itr, Prof. DR. Syeikh Mustafa Diib al-Bugha, Prof. DR. Syeikh Wahbah al-Zuhaily, Prof. DR. Syeikh Hammam Abdurrahim Said, Prof. DR. Muhammad al-Zuhaily, Syeikh Husein al-Khattab, Syeikh Abdul Qadir al-Arnaut, dan Syeikh Syuaib al-Arnaut.

Sepulangnya ke Indonesia, KH Ahmad Lutfi memiliki beragam aktivitas akademis di antaranya menjadi dosen pascasarjana di Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Bandung, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Institut Ilmu Al-Quran Jakarta, Program Interdiciplyneri Islamic Studies Mc Gill Canada UIN Jakarta, Universitas Islam Ibnu Khaldun Bogor, Universitas al-Aqidah, Jakarta, dan University Kebangsaan Malaysia, Bangi Slangor (Dosen Penguji tesis/disertasi).

Uniknya, meski sudah bergelar doktor ilmu hadits, KH Ahmad Lutfi tetap menjadi guru di SD/SMPIT Al Mughni Jakarta.
Selain itu, Direktur Perguruan Islam al-Mughni Jakarta dan Pembimbing ibadah haji PT Dian Nusa Insani Jakarta.

Selain aktif mengajar di berbagai tempat, Kiai Luthfi juga aktif di berbagai organisasi Islam di antaranya Ketua Komisi Fatwa MUI DKI, dan kepengurusan PWNU DKI Jakarta, serta Kepala Bazis Baznas DKI Jakarta.

KH Ahmad Lutfi juga produktif menelurkan karya tulis di antaranya Kamus Percakapan Amiyah Suriah-Indonesia, Relasi Hubungan Suami-Isteri : Kajian Baru Kitab Uqud al-Lujjain Kembang Setaman Perkawinan Kitab Uqud al-Lujjayn Tahqiq wa al-Dirasah (bahasa Arab).

Salah satu karya paling besar KH Ahmaad Lutfi yakni membuat program digitalisasi hadits dengan nama Pusat Kajian Hadis. Di kanal tersebut, Muslim bisa mengakses semua kitab hadits dari ulama-ulama hadits empat mazhab secara gratis.

Artikel Asli