CDC: Pembersih Udara HEPA Filter Kurangi Paparan Covid-19 hingga 65%

Gaya Hidup | okezone | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 12:53
CDC: Pembersih Udara HEPA Filter Kurangi Paparan Covid-19 hingga 65%

LAPORAN terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan bahwa penggunaan pembersih udara portabel dengan high efficiency particulate air (HEPA) filter secara signifikan mengurangi paparan aerosol SARS-CoV2 penyebab covid-19.

Dikutip dari laman resmi CDC, hasil penelitian ini menggunakan skenario ruangan yang didesain sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil penelitian ilmiah yang lebih baik. Jadi, peneliti membuat skenario ruangan konferensi dengan stimulasi peserta pertemuan yang terinfeksi dan mengembuskan aerosol di ruangan tersebut.

Kemudian, dilibatkan juga dua peserta yang tidak terinfeksi, serta pembicara yang tidak terinfeksi covid-19.

Dari laporan CDC diketahui bahwa ketika ruangan menggunakan dua pembersih udara dengan HEPA filter yang ditempatkan di dekat pembicara, paparan peserta yang tidak terinfeksi berkurang hingga 65 persen.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Shutterstock)

Di laporan CDC juga dijelaskan bahwa penggunaan masker saja sangat efektif mengurangi paparan, bahkan lebih tinggi yaitu 75 persen.

"Kombinasi antara ruangan dengan pembersih udara ber-HEPA filter dengan orang yang ada di ruangan menggunakan masker memberi dampak lebih efektif yaitu 90 persen terhindar dari paparan covid-19 melalui aerosol di dalam ruangan," ungkap penulis utama penelitian, William G Lindsley PhD, dari National Institute for Occupational Safety and Health of CDC.

Ada catatan penting yang diterangkan peneliti dalam penelitian ini bahwa meskipun ventilasi terbukti bisa menghambat penularan covid-19 di dalam ruangan, sayangnya tidak semua ventilasi bangunan dirancang dengan laju aliran udara yang baik.

"Dengan menambahkan pembersih udara HEPA filter ke ruangan tanpa sistem ventilasi yang baik (HVAC) mungkin merupakan pilihan sederhana untuk meningkatkan penyaringan partikel aerosol dari ruangan tanpa perlu merombak sistem ventilasi gedung," tulis Lindsley dalam laporan ilmiahnya.

Artikel Asli