PCR Kumur Rp799.000, Lebih Efektif dari Swab Nasofaring Deteksi Covid-19?

Gaya Hidup | bisnis.com | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 12:31
PCR Kumur Rp799.000, Lebih Efektif dari Swab Nasofaring Deteksi Covid-19?

Bisnis.com , JAKARTA Selain tes usap lendir hidung atau tenggorokan, tes Covid-19 terus dikembangkan. Terkini, salah satunya yang paling mutakhir adalah PCR kumur (gargle PCR).

Metode pemeriksaan Covid-19 lewat berkumur digadang-gadang lebih praktis dan dapat memberi hasil yang tak kalah akurat dari metode lainnya.

Dikutip dari Sehatq.com, Rabu (7/7/2021), dr. Karlina Lestari, Medical Editor SehatQ, bahwa PCR kumur adalah metode baru mendeteksi Covid-19 yang dikembangkan National Environmental Engineering Research and Institute (NEERI) berbasis di India.

Dalam PCR kumur, Anda akan diberi larutan garam atau saline (air asin) untuk berkumur maupun melakukan gargle di mulut dan tenggorokan selama 45 detik. Selanjutnya, larutan garam tersebut diludahkan ke dalam tabung tertentu untuk diuji di fasilitas kesehatan yang memiliki alat PCR, ujar Karlina.

Sekitar 30 menit sebelum PCR kumur dilakukan, Anda juga tidak diperbolehkan untuk makan, minum, menggunakan obat kumur, menyikat gigi, mengunyah permen karet, merokok, ataupun nge-vape supaya tidak memengaruhi hasil tes.

Bio Saliva diklaim dapat mendeteksi hingga angka CT 40 dengan sensitivitas hingga 93,57 persen./Istimewa

Prosedur PCR Kumur

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat melakukan PCR kumur:

1. Tetap menggunakan masker dan cuci tangan

Pastikan tetap menggunakan masker ketika menunggu tes. Tindakan ini merupakan pelindung utama Anda dalam mencegah terjadinya penularan virus.

2. Supaya kebersihan tetap terjaga, Anda juga harus mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Jika tidak ada sabun, Anda bisa menggunakan hand sanitizer.

3. Masukkan larutan garam ke dalam mulut dan berkumur

Saat diberi botol berisi larutan garam, masukkan larutan tersebut ke dalam mulut untuk berkumur. Jangan berbicara atau menelannya.

Berkumurlah dengan larutan garam selama 5 detik sebanyak beberapa kali. Biarkan larutan bercampur dengan air liur Anda.

4. Ludahkan larutan ke dalam tabung

Anda telah selesai berkumur, ludahkan larutan tersebut ke dalam tabung yang telah disediakan untuk diuji. Setelah melewati tes kumur, cuci tangan dan kenakan masker kembali.

Di Indonesia

Sejauh ini, PCR kumur sudah dilakukan di beberapa negara untuk anak-anak usia sekolah dan remaja (5-18 tahun).

Namun, anak harus sudah bisa melakukan kumur dengan tepat. Jika tidak bisa berkumur, maka sebaiknya tidak melakukan gargle PCR, kata Karlina.

Di Indonesia, Bio Farma dan Nusantics meluncurkan produk PCR kumur Bio Saliva untuk mendeteksi Covid-19 melalui metode kumur.

Produk ini mengklaim telah melalui riset validasi selama 7 bulan lamanya. Bio Saliva bahkan telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 1 April 2021 bernomor Kemenkes RI AKD 10302120673.

Saat ini, terdapat dua titik yang menyediakan tes Covid-19 kumur, yaitu GSI Lab Cilandak dan GSI Lab Sintesa Kuningan. Biaya tes PCR kumur dibanderol sekitar Rp799 ribu per orang.

Tingkat Efektivitas

Hasil tes gargle PCR keluar pada hari yang sama atau hari berikutnya. Tes ini umumnya lebih sensitif daripada tes antigen. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan sensitivitasnya.

Sementara itu, Bio Saliva diklaim dapat mendeteksi hingga angka CT 40 dengan sensitivitas hingga 93,57 persen. Klaim ini menjadikan gargle PCR sebagai alternatif dari gold standard swab nasofaring-orofaring yang memiliki sensitivitas hingga 95 persen.

Bio Farma juga menyatakan bahwa PCR kumur Bio Saliva memiliki kemampuan untuk mendeteksi sampai 10 varian virus SARS-CoV-2, yakni: B117 (Alpha), B 1.351 (Beta), B 1.617.2 (Delta), P.1 (Gamma), B 1.617.1 (Kappa), B 1.525 (Eta), C.37 (Lambda), B.1526 (Lota), B.1466.2 (varian Indonesia), B 1.427/29 (Epsilon).

Artikel Asli