Alergi Telur? Ini 4 Sumber Protein Alternatif Untukmu

Gaya Hidup | limone.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 03:40
Alergi Telur? Ini 4 Sumber Protein Alternatif Untukmu

Seperti yang kita ketahui, telur merupakan salah satu sumber protein yang bermanfaat bagi tubuh. Akan tetapi terdapat sebagian orang yang tidak bisa mengonsumsinya karena dapat memicu munculnya alergi pada tubuh. Lantas, bagaimana mengatasi alergi telur? Dan bahan makanan apa yang dapat digunakan sebagai pengganti telur?

Simak penjelasan dari dr. Sylvia Irawati , M.Gizi, Dokter Gizi Medik dan Certified in Plant Based Nutrition , terkait penyebab alergi telur dan bahan makanan alternatif yang menjadi sumber protein.

Apa Itu Alergi Makanan dan Penyebabnya?

alergi telur
Foto: www.pexels.com

Dokter Sylvia menuturkan bahwa alergi itu sebenarnya adalah sebuah respons dari sistem imun atau sistem pertahanan tubuh yang tidak seimbang. Jadi sistem imun atau pertahanan tubuh manusia itu harus selalu berada dalam keadaan seimbang. Kalau tidak seimbang, salah satu akibatnya bisa jadi alergi, paparnya.

Alergi ini sangat spesifik terhadap suatu penyebab atau pemicu tertentu. Dapat disebabkan oleh makanan atau bisa juga non-makanan, contohnya adalah serbuk sari bunga, debu, bulu hewan, atau lainnya. Sementara untuk alergi makanan umumnya disebabkan karena komponen protein tertentu yang berasal dari makanan tersebut, jelasnya.

"Jadi kalau alergi makanan, maka sebabnya berasal dari makanan spesifik tersebut. Biasanya yang memicu alergi ini adalah produk-produk ternak, susu atau dairy product , telur, seafood , dan kacang-kacangan. Tetapi tidak menutup kemungkinan penyebab lain juga bisa menjadi pemicu dari reaksi alergi, tambahnya lagi.

Selain itu, alergi yang dialami juga dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Meski tidak berasal dari bahan pemicu yang sama, tetapi tetap bisa memengaruhi risikonya. Jika satu orang tua mengalami alergi, maka kemungkinan risiko anak terkena alergi adalah sebanyak 30%. Sementara jika kedua orang tuanya alergi, maka risiko alergi terhadap anak sebesar 60%, imbuhnya.

Apakah Alergi Makanan Merupakan Hal yang Berbahaya?

Foto: www.freepik.com

Sebenarnya reaksi alergi pada setiap orang akan berbeda-beda. Hal ini akan bergantung pada seberapa kuat respon pertahanan tubuh seseorang dalam menyikapi adanya allergen atau pemicu alergi. Dampaknya bisa kita lihat mulai dari gejala ringan sampai gejala yang berat, paparnya.

Lantas, apakah berbahaya? Bisa sangat berbahaya sampai menimbulkan kematian. Ini bisa disebabkan karena terjadinya pembengkakan saluran pernapasan atau syok anafilaktik. Jadi pada respon alergi yang seperti ini, maka penderitanya bisa meninggal dalam waktu yang cepat, jawabnya.

Sementara untuk respon yang ringan, hal ini bisa ditandai dengan adanya kemerahan, rasa gatal, kemudian bengkak di bagian-bagian tertentu pada tubuh, selain di saluran pernapasan.

Bagaimana dengan Seseorang yang Mengalami Alergi Telur?

alergi telur
Foto: www.freepik.com

Seseorang dengan alergi telur bisa mengalami karena disebabkan oleh suatu komponen dari telur tersebut. Jadi, komponen proteinnya dapat memicu reaksi sistem imun yang tidak seimbang, sehingga menimbulkan suatu gejala, terangnya.

Gejala alergi telur umumnya sama seperti gejala alergi yang lain, bisa ringan hingga berat. Walaupun yang gejala berat ini jarang terjadi, tetapi mungkin saja bisa terjadi. Reaksi dari alergi telur biasanya akan muncul kemerahan, rasa gatal, dan kemudian bisa menyebabkan gangguan saluran cerna, katanya.

Selain itu, bisa juga ditandai dengan bersin-bersin dan pilek. Jadi alergi ini bisa dilihat dari beberapa gejala seperti alergi lainnya, lanjut Dokter Sylvia.

Apa Sumber Protein untuk yang Alergi Protein?

Foto: www.freepik.com

Ketika seseorang memiliki alergi terhadap telur, sebenarnya tidak ada masalah dengan asupan proteinnya. Karena telur sendiri hanya salah satu dari sumber protein. Seperti yang diketahui, sumber protein ini bisa dibagi menjadi dua golongan besar, yakni protein nabati dan hewani, ungkapnya.

Untuk itu, jenis protein ini tetap bisa menjadi sumber protein yang baik, misalnya seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, dan olahan kedelai yang lain. Hal tersebut bisa menjadi sumber protein pengganti telur, ujar Dokter Sylvia.

Seseorang yang memiliki alergi telur dan mengalami reaksi alergi, maka perlu dikonsultasikan dengan segera ke dokter. Karena, reaksi alergi ini bisa menjadi ringan atau berat. Jadi untuk mengatasi yang tepat terkait reaksi alergi sebaiknya segera ditangani oleh dokter, sarannya.

Sementara untuk mencegah timbulnya reaksi alergi yang dialami,cara yang paling baik adalah menghindari pencetusnya. Jadi kalau memang sudah mengetahui menderita atau memiliki alergi telur, maka jangan mengonsumsi telur, ujarnya.

Kesimpulan

Foto: www.xframe.io

Dokter Sylvia berpesan bahwa ketika mengalami alergi makanan, maka kita tidak perlu khawatir. Karena sebenarnya sumber nutrisi itu tidak hanya dari satu atau beberapa bahan makanan yang menjadi alergen atau pemicu alergi pada kita, ujarnya.

Jadi akan ada subtitusi atau penggantinya yang memiliki kandungan gizi yang kurang lebih sama. Sehingga dengan mengombinasikan bahan makanan yang aman untuk kita, serta dengan variasi makanan yang cukup, dan porsi yang cukup, itu akan tetap bisa memenuhi kebutuhan kita, lanjutnya.

Artikel Asli