Harga Rp5,7 Juta, Apa Itu Actemra/Tocilizumab Obat untuk Pasien Kritis Covid-19?

Gaya Hidup | bisnis.com | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 08:23
Harga Rp5,7 Juta, Apa Itu Actemra/Tocilizumab Obat untuk Pasien Kritis Covid-19?

Bisnis.com , JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.1.7/Menkes/4826/2021 yang mengatur 11 HET obat dalam masa pandemi Covid-19 pekan lalu.

Aturan berlaku untuk seluruh apotek di Indonesia. Berikut rinciannya:

1. Favipiravir 200 mg tablet Rp22.500

2. Remdesivir 100 mg injeksi Rp 510.000

3. Oseltamivir 75 mg kapsul Rp26.500

4. Intravenous immunoglobulin 5 persen 50 ml infus Rp3.262.300

5. Intravenous immunoglobulin 10 persen 25 ml infus Rp3.965.000

6. Intravenous immunoglobulin 10 persen 50 ml infus Rp6.174.900

7. Ivermectin 12 mg tablet Rp7.500

8. Tocilizumab 400 mg/20 ml infus Rp5.710.600

9. Tocilizumab 80 mg/4 ml infus Rp1.162.200

10. Azithromycin 500 mg tablet Rp1.700

11. Azithromycin 500 mg infus Rp95.400

Di antara 11 obat yang diatur harga eceran tertinggi (HE) oleh Kemenkes, ada Tocilizumab 400 mg/20 ml infus seharga Rp 5.710.600, dan Tocilizumab 80 mg/4 ml infus Rp 1.162.200.

Tocilizumab adalah nama generik dari obat radang sendi Actemra yang diproduksi perusahaan farmasi dari Swiss, Roche.

Berikut fakta obat Tocilizumab yang direkomendasikan WHO untuk pasien Covid-19 yang tengah krisis.

1. Kurangi risiko kematian

Menurut WHO, sekitar 11.000 pasien menunjukkan bahwa Actemra mampu mengurangi risiko kematian.

WHO menyimpulkan, bahwa merawat pasien Covid-19 yang parah dan kritis dengan antagonis interleukin-6 yang mampu menghalangi peradangan telah mengurangi risiko kematian dan kebutuhan akan ventilasi mekanis.

Menurut analisis WHO, risiko kematian dalam 28 hari untuk pasien yang mendapatkan salah satu obat radang sendi yang mengandung kortikosteroid seperti deksametason adalah 21 persen.

Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan risiko yang diasumsikan 25 persen di antara mereka yang mendapat perawatan standar.

Artinya, untuk setiap 100 pasien yang mendapatkan obat itu, ada tambahan empat orang yang akan bertahan hidup, menurut WHO.

Selain itu, risiko untuk berkembang menjadi kematian adalah 26 persen untuk mereka yang mendapatkan obat dan kortikosteroid, dibandingkan dengan 33 persen pada mereka yang mendapatkan perawatan standar.

2. Obat radang sendi

Sebelum menjadi salah obat Covid-19, sebenarnya obat Tocilizumab biasanya digunakan pada orang dengan penyakit rheumatoid arthritis, yakni penyakit autoimun yang menyerang persendian.

3. Apa itu Tocilizumab?

Tocilizumab masuk dalam golongan obat injeksi yang bekerja sebagai penghambat interleukin-16 (IL-6).

Tubuh memproduksi IL-6 saat mengalami peradangan.Tocilizumab bekerja dengan cara menghambat efek IL-6 pada penderita radang sendi atau rheumatoid arthritis.

Selain radang sendi, obat Tocilizumab dapat digunakan untuk mengobati juvenile idiopathic arthritis poliartikular maupun sistemik.

4. Hasil studi di Italia

Dikutip dari Sehatq.com, menurut studi terbaru, obat Tocilizumab menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan ketika digunakan untuk mengobati pasien Covid-19 yang sudah berada dalam kondisi kritis di Italia.

Klaim ini diperkuat oleh pernyataan para peneliti di sana, yang menyatakan bahwa obat radang sendi tersebut sudah membuahkan hasil memuaskan pada dua pasien Covid-19.

Bahkan, pada Maret silam, seorang dokter dari Rumah Sakit Pascale di Italia menyerukan pemerintah untuk lebih sering menggunakan tocilizumab dalam mengobati pasien Covid-19.

5. Apakah tocilizumab bisa sembuhkan pasien Covid-19?

Tocilizumab dipercaya dapat mengurangi reaksi berlebih dan berbahaya terhadap virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebut badai sitokin.

Badai sitokin ini tak hanya memacu tubuh pasien untuk melawan Virus Corona, tapi juga melawan sel dan jaringan tubuhnya sendiri.

Dalam kasus Covid-19, badai sitokin dipercaya dapat menyebabkan komplikasi gangguan pernapasan, bahkan sampai memicu kematian.

Di China, para peneliti mencoba memberikan Tocilizumab pada 20 pasien Covid-19.

Dari percobaan itu, sekitar 19 pasien berhasil keluar dari rumah sakit hanya dalam waktu 2 minggu. Namun sayangnya, studi hanya dilakukan dalam skala kecil.

6. Apa saja efek samping Tocilizumab?

Tocilizumab memiliki efek samping seperti infeksi pernapasan, sakit kepala, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan peningkatan enzim hati.

Bahkan, penggunaan obat ini sering dikaitkan dengan munculnya infeksi tuberkulosis, sepsis (bakteri di dalam darah), dan infeksi jamur.

Tidak hanya itu, Tocilizumab dianggap tidak boleh digunakan oleh pasien yang infeksinya masih aktif karena obat ini dianggap dapat memunculkan penyakit baru pada sistem saraf.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa Tocilizumab dapat menyebabkan turunnya sel darah putih, reaktivasi herpes zoster, dan reaksi alergi.

Artikel Asli