Profesor Zubairi : Indonesia Jangan Latah Ikut Singapura Anggap Covid-19 Jadi Flu Biasa

bisnis.com | Gaya Hidup | Published at 28/06/2021 11:52
Profesor Zubairi : Indonesia Jangan Latah Ikut Singapura Anggap Covid-19 Jadi Flu Biasa

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menegaskan Indonesia tidak perlu latah meniru langkah menuju new normal Singapura.

Seperti diketahui, Singapura berencana menerapkan kehidupan new normal dengan menganggap covid-19 sebagai endemik layaknya penyakit influenza dan sejenisnya.

Menurut Profesor Zubairi, Indonesia tidak bisa meniru langkah tersebut, karena saat ini kasus masih tinggi, dan penanganan juga perlu peningkatan.

Terutama, saat ini, katanya, varian delta yang tingkat penyebarannya cenderung sangat cepat tengah mendominasi kasus positif covid-19 di Indonesia.

Hal lainnya, adalah masalah jumlah vaksinasi di Indonesia masih rendah, termasuk juga testing covid-19 nya.

"Jangan latah dan membandingkan kita dengan Singapura yang akan perlakukan Covid-19 seperti flu biasa. Pekerjaan rumah kita masih banyak: Varian Delta + tingkat vaksinasi masih rendah + testing rendah + rumah sakit penuh. Mari fokus penanganan di negara sendiri," tulisnya di akun twitternya.

Dia mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk fokus penanganan dengan kondisi yang terjadi saat ini saja.

Sebelumnya, pemerintah Singapura menyatakan akan memulai hidup new normal, dan menganggap covid-19 seperti endemik.

Mereka mencontohkan kasus endemik tersebut semisal influenza, penyakit tangan, kaki dan mulut, atau cacar air. Alasannya, karena virus itu tidak akan pernah hilang, dan akan terus bermutasi, sehingga perlu menyesuaikan diri hidup bersama Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh tiga wakil ketua gugus tugas multi kementerian Singapura yang tengah mengodok transisi ke hidup normal baru, pada 24 Juni lalu. Saat ini, mereka sedang menyusun peta jalan untuk transisi ke normal baru tersebut.

Artikel Asli