Mitos Cerita Seram Sekolah Angker yang Ada di Jogja

Gaya Hidup | mojok.co | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 05:03
Mitos Cerita Seram Sekolah Angker yang Ada di Jogja

Yogyakarta dan bangunan tua adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Termasuk di antaranya banyak bangunan sekolah peninggalan masa lalu yang kemudian memunculkan mitos sebagai sekolah angker.

xe2x80x9cKetika suara piano itu mengalun, aku hanya bisa diam. Aku melihat sekitar, suasana sore terlalu membawa pikiranku ke dalam hal-hal yang mengerikan. Rasanya, ya, seperti aku dimakan pelan-pelan oleh senja yang perlahan menjadi gelap. Lantasxe2x80xa6 suara piano itu mengalun dengan getir,xe2x80x9d tutur Drian dalam sebuah percakapan yang terjadi beberapa tahun yang lalu di sebuah taman salah satu sekolah favorit di Jogja.

xe2x80x9cSuasananya sama seperti saat ini. Pukul setengah enam, cahaya matahari bersembunyi di balik dedauan. Angin yang bukan bikin segar tapi bikin bulu kuduk ini berdiri. Biasanya, akan terdengar suara piano yang mengalun, entah sumbernya dari mana,xe2x80x9d Drian menceritakan. Pulang sore, bagi mantan Ketua OSIS sepertinya, adalah sebuah keharusan yang nggak bisa ditawar-tawar.

xe2x80x9cMungkin berasal dari ruang musik, Mas?xe2x80x9d tanya saya.

Drian hanya diam beberapa saat, lantas melihat ke kanan dan ke kiri, mulutnya berkata dengan lamat-lamat. xe2x80x9cYa, memang bermuara dari sana. Kata para seniorku dulu, itu adalah permainan piano salah satu murid SMA ini yang tewas bunuh diri. Ia nggak sempat ikut lomba karena ada kawannya yang justru terpilih mewakili sekolah, dan pada akhirnya ia memutuskan tewas gantung diri di ruang musik sekolah ini.xe2x80x9d Karena kejadian itu tempatnya belajar kemudian dikenal sebagai sekolah angker.

Saya hanya diam mendengarkan Drian. Ia yang kini menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di salah satu universitas negeri favorit di Jogja itu hanya bisa mengusap-usap lengannya. Matanya seperti hendak menggapai udara. Bola matanya terus bergerak, nggak pernah fokus membalas tatap mata saya. Angin kembali semilir mendatangi kami yang tengah berbincang banyak perihal mitos hantu di sekolah ini. Dedaunan yang gugur, tanpa permisi menambah suasana medeni yang sedang melanda kami. Ya, suasana yang dibuat amat sengaja oleh kami.

Bagi Drian, tiap sekolah memiliki kisah-kisah horornya tersendiri. xe2x80x9cSialnya, hantu di SMA-ku dulu itu serem banget. Okelah kalau mewujud, bisa jadi traumatik dan mawas akan bentuk, ha nek cuma suara piano, itu bikin traumatik menahun tiap ada yang main piano di ruang musik. Nggak hanya di ruang musik sekolah, wes. Aku bahkan takut denger adikku main pianika di dalam rumah. Setraumatik itu, lho.xe2x80x9d

Drian bercerita lebih lanjut,xc2xa0 pernah, piano itu berdenting pada pukul empat sore. Ketika semua ekstra sedang bersiap untuk usai. Semua orang yang mendengar, lari tunggang-langgang. "Padahal, yang main itu guru musik dan beberapa murid, guna mempersiapkan lomba esok hari,xe2x80x9d katanya.

Drian mengatakan, ia yakin tiap sekolah punya mitos hantu bermain piano. Sama halnya dengan mitos di mana letak kamar mayat, bagi sekolah bekas rumah sakit. "Dan hantu piano di sekolahku ini, anjiiir serem banget,xe2x80x9d katanya.

xe2x80x9cPernah ada yang melihat sosok hantu lain, selain bermain piano?xe2x80x9d tanya saya.

Drian menganggukan kepala. menurutnya, paling seram tetap mitos hantu bermain piano pada sore menjelang malam. Hanya denting saja yang terdengar, bukan penampakan, tapi itu seram bukan main, tuturnya.

Hari kian sore, matahari sudah tidak lagi kuasa memberikan sinarnya bagi halaman sekolah ini yang memiliki dua pohon besar pada bagian tengah. Angin semilir membelai pundak saya. Hening begitu dominan di antara kamixe2x80x94saya dan Drian. Ia sibuk bermain ponsel, janjian dengan kawannya yang lain, di tempat yang lain pula. Sebelum pada akhirnyaxe2x80xa6 suara piano dengan denting lirih itu menyapa pendengaran kami. Saya bisa menebak, mata saya terbelalak. Pundak saya terasa kebas nggak bisa gerak. Sedang gigi saya bergemeretak.

xe2x80x9cSudah, pulang aja, yuk?xe2x80x9d tawar Drian. Dengan anggukan paling ritmis, saya mengiyakan.

Kepala tanpa badan dan teori kamar mayat

Andra (24), salah satu alumni sebuah SMP di Yogyakarta punya pengalaman horor yang cukup menarik. xe2x80x9cSMP aku itu dikenal amat horor. Bangunannya tua, dekat Taman Sari, dan katanya, sih, bekas rumah sakit. Hawanya sejuk, namun jika terlalu lama merasakan udara yang berputar di dalamnya, rasanya seperti ada yang memeluk dari belakang, banyak mata yang mengintai, dan suara-suara lirih aku dengar dari sepenjuru ruangan,xe2x80x9d ungkapnya.

Andra awalnya hanya merasa itu adalah perasaan takutnya saja. xe2x80x9cTernyata, beberapa kawanku turut serta mengalami perasaan serupa. Halusinasi yang kian hari kian bertambah. Katanya, ada kamar mayat di sekolah dan semua siswa bertanya-tanya; di mana kamar mayat itu?xe2x80x9d katanya.

Dan kata Andra, itu hanya sebatas teori-teori saja. xe2x80x9cTeori yang terkenal ya di ruangan TIK,xe2x80x9d katanya.

Laki-laki yang beberapa kali pernah kesurupan ini mulai bercerita. Ia sangat sebal karena menjadi murid yang datang paling pagi ke sekolah. xe2x80x9cAyahku itu kerja amat pagi, dalam perjalanan menuju tempat kerja, aku turut nebeng agar nggak repot harus naik ojek atau bus saat pergi sekolah. Yah, itung-itung hemat ongkos. Nah, tiap datang ke sekolah, aku adalah murid pertama yang sampai sana. Itu rasanyaxe2x80xa6 aduh.xe2x80x9d

Andra menuturkan bahwa hal yang paling seram adalah koridor sisi Utara. xe2x80x9cDulu, koridor itu seram sekali. Lantainya licin mengkilap seperti pualam, dinding yang tinggi menjulang, jendela-jendela yang besar dan lebar. Masuk ke sana, saya seperti masuk dalam film horor ala Eropa saja. Dan kelas delapan, kelasku ada di bagian pojok, lantai dua, sebelah Utara. Itu tandanya, aku harus melewati ruang TIK,xe2x80x9d katanya.

Ia melanjutkan cerita, xc2xa0menurut teori yang paling terkenal di zamannya sekolah, di ruang TIK itulah kamar mayat dulu berada. Ruangannya yang terasa singup, di pojok, jauh dari hiruk pikuk orang berlalu-lalang, amat cocok dijadikan kamar mayat. "Tiap pagi, nah, aku harus melewati tempat ituxe2x80xa6 astaga, kalau diingat agak bikin merinding sekaligus ngilu.xe2x80x9d

Andra bercerita dengan begitu semangat melalui via telpon, sedang saya yang mendengar, menjadi merinding dibuatnya. Apalagi, Jogja beberapa hari ini hujan dan udaranya cukup sejuk. Entah apa korelasi antara dingin, sejuk, dan cerita Andra, namun akhir dari penuturannya membuat saya saya berhenti bernapas beberapa detik, andrenalin berpacu, laptop yang berpendar di tengah gelap kamar saya langsung saya tutup, dan tentu saja bikin merinding setengah mati.

xe2x80x9cSuatu saat aku melewati tempat itu,xe2x80x9d katanya, penuh dengan jeda. Dan ituxe2x80x94menurut sayaxe2x80x94agak menyebalkan. xe2x80x9cPagi itu amat dingin, seperti malam ini. Nggak ada kabut pagi itu, toh area Kraton itu termasuk kota, namun rasanya cahaya matahari nggak bisa lolos dari rapatnya dinding yang memeluk koridor Utara itu. Aku berjalan, tak ada orang selain aku dan bayanganku. Sepi adalah kawan, rasa takut pun turut menjadi rekan,xe2x80x9d ujarnya dengan sedikit melankolik.

Andra berjalan dan berjalan, sampai tangga menuju ruangan kelas, di bawah tangga itu adalah ruang TIK, ia melihat sesuatu yang melintas. xe2x80x9cSeperti anak kecil. Di bawah tangga. Depan ruang TIK. Kan teori film horor, kalau melihat atau mendengar apa-apa, jangan diikuti, ya. Nah, gobloknya aku, malah mencari tahu, tadi itu siapa.xe2x80x9d

Dengan nada yang ia pelankan, sinyal yang sedikit ndlap-ndlup lantaran pascahujan, Andra berujar dengan lirih dan pelan. xe2x80x9cKetika mataku menyapu dekat ruang TIK, aku mendapati ada kepala yang melihatku balik dengan tatapan galak.xe2x80x9d

Saya memastikan, kepala apa dan bagaimana? Andra menjawab lagi dengan tegas, xe2x80x9cIya, kepala. Danxe2x80xa6 tanpa badan.xe2x80x9d

Andra memberikan keterangan, kisahnya ini tak pernah ia bagikan kepada siapapun selama ia bersekolah di sana. xe2x80x9cBagiku, ya, kisah horor di sekolah itu biasa aja. Tiap sekolah itu ada kisahnya tersendiri. Tapi setelah aku keluar, mendengar banyak cerita horor dari orang lain, saya sadar, ceritaku lumayan seram juga,xe2x80x9d katanya.

Laki-laki yang menyamarkan namanya itu menutup, xe2x80x9cWalau agak mainstream , ya, ceritaku perihal mitos hantu tanpa kepala? Sering terjadi mitos seperti itu di sekolah lain juga. Ya, ibaratnya sama mainstream -nya seperti kisah hantu di kamar sendiri, hmmxe2x80xa6 yang ada di dalam lemari pakaianmu ketika malam. Jam sebelas akan gerak-gerak memberontak. Dan itu bisa saja benar apa adanyaxe2x80xa6xe2x80x9d

Ambulans yang melintas ketika malam di belakang sekolah

Cerita sekolah angker diceritakan Asyd (24) alumni SMA negeri di Banguntapan, Bantul. Sebelum jadi sekolah, lokasinya seperti hutan. Setelah itu berdiri sebuah sekolah, pindahan dari Kota Yogyakarta.

Asyd bilang bahwa sejatinya gedung-gedung sekolahnya itu nggak bisa dimasukan kategori seram lantaran kebanyakan baru dibuat. xe2x80x9cBerdiri Maret 1997, sama aku aja tua usiaku. Dibilang gedungnya horor, sih, enggak. Lha wong kebanyakan masih baru. Namun suasana ketika malam, itu berbeda sekali dengan suasana ketika siang. Eh, pagi juga agak bikin merinding, sih. Apalagi sekolahku yang pernah juara Adiwiyata nasional ini, banyak pohon tinggi yang memberikan efek sejuk, namun medeni bikin ngewel kalau sendiri.xe2x80x9d

Sekolah yang terus berbenah dengan cara membangun infrastruktur bagian depan ini memberikan pengalaman yang tidak mungkin dilupakan oleh Asyd. xe2x80x9cAku kan anak Dewan Ambalan, ya, jadi diam di sekolah ini sampai malam atau bahkan pagi itu hal biasa. Banyak hal yang pernah aku dengar, bahwa sekolah ini dulu, ketika masih berbentuk alas, menyimpan pusaka-pusaka. Ada pula yang bilang di dekat gerbang, ada penghuni tak kasat mata yang belum juga pindah tempat mencari tempat yang lebih wingit,xe2x80x9d kata Asyd.

Dengan badannya yang terus bergerak-gerak, kakinya yang nggak bisa diam selama duduk di samping saya, Asyd menceritakan pengalamannya yang masih berhubungan dengan dunia Pramuka. xe2x80x9cKalau pengalamanku ya waktu jaga pos belakang sekolah, dalam acara jelajah malam Gladian Pemimpin Sangga. Kondisi malam itu lampu jalan belum seterang sekarang. Pun jalan masih pating gronjal , suasana sepi, dan lapangan belum ada aktifitas perekonomian ketika malam seperti orang-orang yang berjualan. Intinya, sepixe2x80xa6 amat sepi. Bahkan sepi itu rasanya begitu mencekik.xe2x80x9d

Penuh dengan ketakutan, Asyd melanjutkan, xe2x80x9cNah, beberapa peserta kan lewat. Paling hanya dua menit untuk mengerjakan soal. Setelah kembali sepi, bau telo tecium. Di pikiranku, lari ke sekolah adalah pilihan wajib. Tapi yo isin, cah Pramuka, jhe. Sedang bau telo bakar itu pertanda ada kuntilanak. Bau telo itu jauh, katanya, sih, kuntilanaknya dekat. Kalau baunya dekat, maka sebaliknya.xe2x80x9d

Asyd yang katanya nggak religius-religius ini pun mulai berdoa. xe2x80x9cApa aja doanya aku sikat, deh. Mulai dari doa makan sampai doa orang tua. Pikirku, setan itu alergi sama bahasa Arab,xe2x80x9d katanya.

Ia melanjutkan, xe2x80x9cSuasana sepi sama sekali. Hanya suara jangkrik dan beberapa kicau burung hantu. Tepat dari arah Timur, dari arah Desa Kepuh, terlihat sebuah mobil putih berjalan. Anehnya, nih, ya, tanpa lampu dan pelan sekali.xe2x80x9d

Asyd berkali-kali memegang lengannya dan menarik ritsleting jaketnya sampai menyentuh lehernya yang tambun. xe2x80x9cAku langsung berdiri. Mobil itu amat gelap dalamnya, kacanya transparan gitu jadi aku bisa nyawang. Makin dekat, makin dekat, makin dekat, melewati aku, ahxe2x80xa6. Bajingan, sumpah deh itu mobil ambulans. Bikin tambah merinding lagi, nggak ada orangnya di dalam sana. Babar blaaaas kosongan.xe2x80x9d

Asyd menambahkan detail, bahwa mobil itu terlihat amat tua. Tidak ada stempel rumah sakit atau badan sosial yang menyediakan ambulans tersebut. xe2x80x9cMobilnya putih mbladrus gitu. Bentuknya juga bukan seperti ambulans modern pada umumnya. Seperti mobil kol, namun ada tulisan ambulans .xe2x80x9d

Bagi Asyd, belakang sekolah adalah tempat yang masih menyeramkan sampai sekarang. xe2x80x9cKayaknya sih masih sepi. Belum banyak perumahan atau dibangun bangunan gitu. Melewati daerah itu tiap malam, hanya ada dua hal yang saya ingat; ambulans tua tanpa ada yang nyetir, juga ketika aku ngompol di celana karena saking takutnyaxe2x80xa6xe2x80x9d

Menelusuri eksistensi hantu Suster Yani

Berbagai media, menyebut bahwa sekolah bekas rumah sakit ini sebagai sekolah paling angker di Jogja. Saya pun mencoba menelusuri fakta-fakta yang ada di sekolah yang katanya masih menyimpan bekas lemari kamar mayat. Dias (23) salah satu alumni yang nggak mau disebut nama aslinya berujar bahwa suasana di SMA itu memang agak janggal.

Apalagi ketika masuk beberapa ruangan yang masuk dan nggak dapat cahaya matahari langsung. xe2x80x9cNah, kalau perihal lemari bekas kamar mayat itu agak kurang tahu, sih. Lagian apa seremnya lemari bekas kamar mayat? Bukannya lebih serem itu kamar mayatnya, ya?xe2x80x9d tuturnya.

Dias juga selama bersekolah di sana belum pernah mengalami hal-hal yang kelewat menyeramkan. xe2x80x9cPalingan hanya dijawil dan disuruh pulang lewat bisikan, Mas. Selebihnya ( melihat hantu, red ) nggak pernah dan jangan sampai lah jancuk!xe2x80x9d umpatnya via telfon yang terdengar lucu alih-alih seram.

Saya bertanya, bukankah interaksi xe2x80x9cmenyentuhxe2x80x9d seperti dijawil itu lebih menyeramkan ketimbang sekadar melihat, Dias menolak. xe2x80x9cMenurut saya lebih seram kalau lihat secara langsung. Kalau dijawil, kan kita nggak tahu si hantu ini bentuknya gimana. Lucu seperti Casper atau seram seperti Valak, kan nggak tahu. Nah aku biasanya berpikir positif, hantu yang njawil aku itu bentuknya lucu,xe2x80x9d katanya sembari melepaskan tawa yang amat pelan.

Saya bertanya perihal bisikan yang pernah ia terima. xe2x80x9cIya, itu bisikan seorang perempuan gitu. Mas, udah sore, pulang atau malang , kiranya begitu suaranya. Aku kira kan guru, tapi kalau dipikir-pikir, suara manusia biasa nggak seperti suara all around you yang mengitari telinga dan bikin merinding seperti suara Dolby Digital di teater bioskop. Tanpa menengok atau mencari sumber suara, saya yang sedang ngaso sore-sore itu langsung manthuk-manthuk , lantas menjawab dengan sopan; nggih, Mbak, saya pulang sekarang ,xe2x80x9d kisahnya.

Ketika disuruh bercerita bagaimana bisa sampai ia dijawil, Dias menolak. xc2xa0xe2x80x9cUdah, ah, aku nggak mau menceritakan lebih jauh. Lagi pula, ceritaku ini nggak serem-serem amat kok,xe2x80x9d begitu dalihnya. Ketika ditanya mengenai Suster Yani, ia mengatakan nggak tahu menahu.

Ada yang janggal dengan keterangan Dias bahwasannya mitos perihal Suster Yani itu amat melegenda SMA itu. Dari sumber lain, sebut saja Arka (25) ia tahu mengenai mitos hantu Suster Yani namun tak pernah bersua dengannya. xe2x80x9cUntungnya, ya. Tapi dapet info dari kakak kelas di tongkrongan, sih, hantu itu pernah dilihat oleh salah satu dari mereka,xe2x80x9d katanya, ketika saya minta kontaknya, Arka sudah hilang kontak dengan kakak kelasnya tersebut.

xe2x80x9cIni ceritanya yang saya ingat, ya. Jadi maaf jika ada salah menerima atau mendengar. Toh udah beberapa tahun silam. Kakak kelasku itu bercerita, ketika sore hendak pulang sekolah, ia melihat ada seseorang yang memasuki kelasxe2x80x94duh, kelasnya aku lupa, Mas. Kemudian ia buntuti, ketika hendak masuk kelas, di depannya sudah ada sosok putih pucat, rambut panjang, dan katanya matanya hitam legam,xe2x80x9d ceritanya via pesan Instagram.

Ketika saya tanya apakah yakin sosok putih itu seorang suster atau ada keterangan lain semisal pakaian, Arka mengetahui bahwa kakak kelasnya itu nggak menjelaskan secara detail. xe2x80x9cNamun, banyak yang menduga bahwa itu adalah sosok Suster Yani. Ia juga pernah bilang, ketika malam, ada sosok putih yang mak sliwer melewati dia dan lari tunggang langgang ambil kendaraan untuk pulang,xe2x80x9d tutupnya.

Rambut rontok di ruang multimedia SMA

Sejatinya rambut rontok, bagi perempuan maupun laki-laki itu adalah sebuah keadaan yang bisa dijelaskan dalam sudut pandang kesehatan. xe2x80x9cTapi kalau rambutnya yag rontok itu banyak sekali seperti dipotong, kan aneh,xe2x80x9d ujar Han (27) yang bercerita dalam pesan Instagram.

Ia alumni SMA xc2xa0yang muridnya putri semua. xe2x80x9cWilayah sekolahku itu dulunya semacam bekas tanah patih Kraton atau bagaimana gitu, makanya nama daerahnya Prawirodirjan.xe2x80x9d

Soal anggapan menjadi sekolah angker, Han mengenang sekolahnya memang dikenal wingit. xe2x80x9cMisalnya ada pohon mangga tua di lapangan basket. Nah, saking melegendanya pohon mangga itu, beberapa siswa di angkatanku pada manggil pohon itu dengan sebutan Simbah. Mungkin angkatan-angkatan saat ini juga manggilnya Simbah karena itu seperti kaderisasi, turun temurun,xe2x80x9d katanya.

xe2x80x9cDari pohon itu, semacam kekuatan sentralnya, di daerah lain pun banyak mitos-mitosnya. Misalnya di ruang multimedia. Di eraku duluxe2x80x94enggak tahu kalau sekarang, udah renovasi atau penempatan ruangnya berubahxe2x80x94ruang multimedia itu pojok nyempil dekat ruang aula utama sekolah. Ruangannya nggak besar-besar banget, tertutup ruangan besar lainnya seperti aula. Ditambah nggak ada jendela. Jadi pengap. Masuk ke sana, rasanya pikiran udah parno duluan,xe2x80x9d tambah Mbak Han.

xe2x80x9cBlaaas nggak ada cahaya matahari yang masuk. Ya, pengap, ya, serem bukan main. Dan dari sana, banyak mitos hantu yang berkeliaran. Salah satunya adalah si Mbak penghuni ruangan multimedia,xe2x80x9d tutur Han.

Dengan mengetik sekaligus bercerita banyak, Han memberikan keterangan bahwa tidak ada yang tahu mitos si Mbak itu berasal. xe2x80x9cDi sekolahku nggak ada jejak yang bunuh diri. Nggak ada pula yang aneh-aneh gitu. Menurut kabar, sih, itu penghuni lama.xe2x80x9d

Ditanya perihal mengganggu atau enggak, Han berkata bahwa semua banyak yang maklum. xe2x80x9cGanggu, sih, nggak. Pernah suatu saat ketika pelajaran, si Mbak itu nyaru jadi siswa yang lagi mengikuti pelajaran. Bingung dong, kok siswanya lebih banyak, atau ada yang janggal lainnya. Gila merinding banget tiap presensi, ada yang lebih gitu, suasananya tambah bikin deg-degan.xe2x80x9d

Han menuturkan bahwa si Mbak itu nggak hanya nimbrung saat pelajaran, namun juga saat sudah usai. xe2x80x9cCoba bayangin, ada rambut di ruangan itu. Okelah rambut rontok wajar, tapi kalau banyak banget seperti rambut habis dipotong, kan jatuhnya aneh. Nggak ada siswa yang potong rambut di ruang multimedia, aku sih pasti yakin, kawan-kawan aku kalau mau potong rambut milih di salon ketimbang di ruangan multimedia,xe2x80x9d tutupnya.

'
Artikel Asli