Kesehatan Mental Lansia Buruk Sejak Pandemi

bisnis.com | Gaya Hidup | Published at 05/05/2021 08:12
Kesehatan Mental Lansia Buruk Sejak Pandemi

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona memperburuk kesehatan mental dan tidur para lansia.

Hampir satu dari lima orang lansia mengatakan kesehatan mental mereka semakin memburuk sejak pandemi dimulai pada Maret 2020, dan persentase yang sama mengatakan bahwa tidur mereka juga terganggu pada jangka waktu itu.

Menurut jajak pendapat terhadap lansia berusia 50 hingga 80 tahun juga dikatakan bahwa lebih dari 1 diantara 4 lansia juga mengalami kecemasan atau kekhawatiran berlebih.

Ketika ditanya tentang dua minggu terakhir sebelum disurvei, 28 persen lansia mengatakan mereka merasa tertekan atau putus asa, 34 persen mengatakan mereka gugup atau cemas, dan 44 persen mengatakan baru-baru ini merasa stres.

Hanya di bawah dua pertiga atau 64 persen yang mengatakan mereka mengalami kesulitan tidur atau tidur setidaknya sekali dalam seminggu terakhir. Jumlah ini dua kali lipat dalam jajak pendapat yang digelar pada 201.

Jajak pendapat yang dilakukan Institut Kebijakan dan Inovasi Perawatan Kesehatan Universitas Michigan ini mengambil jawaban sampel nasional lebih dari 2.000 orang dewasa berusia 50 hingga 80 tahun.

Dalam jajak pendapat tersebut juga mengungkapkan tanda-tanda harapan bahwa banyak orang dewasa yang lebih tua menunjukkan ketahanan jangka panjang. Dua pertiga mengatakan kesehatan mental mereka saat ini sangat baik. Lebih dari 80 persen mengatakan kesehatan mental mereka sebaik, atau lebih baik dari 20 tahun lalu.

Hanya di bawah setengah atau 46 persen responden mengatakan mereka merasa terisolasi, turun 56 persen dari jajak pendapat serupa yang diambil pada musim semi 2020, tetapi naik 28 persen dari sebelum pandemi.

Hampir satu dari tiga atau 29 persen lansia mengatakan bahwa mereka telah melakukan perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan mental mereka sejak dimulainya pandemi seperti olahraga, diet, dan meditasi.

Data juga menunjukkan 71 persen lansia mengatakan mereka tidak akan ragu untuk menemui profesional kesehatan mental di masa depan, dan 13 persen mengatakan mereka telah berbicara dengan dokter.

Direktur jajak pendapat Preeti Malani, seorang dokter penyakit menular Michigan Medicine mencatat bahwa dokter perawatan primer memainkan peran kunci dalam mengidentifikasi, memantau, dan merawat masalah kesehatan mental lansia.

"Sistem kesehatan dan asuransi harus mendukung peran ini, dan upaya untuk mengurangi stigma seputar mencari bantuan untuk pasien yang masih merasa seperti ini," tegasnya seperti dilansir dari Medical Xpress, Selasa (4/5/2021).

Sementara itu, jajak pendapat ini juga menemukan 29 persen lansia mengatakan bahwa mereka ragu untuk menemui ahli kesehatan mental untuk perawatan di masa depan.

Alasan yang umum adalah langkah tersebut tidak akan membantu, mereka akan merasa malu atau khawatir tentang biayanya.

Artikel Asli