"

35,6% Pria di Indonesia Alami Disfungsi Ereksi, Ini Penyebabnya

indozone.id | Gaya Hidup | Published at 08/04/2021 17:30
35,6% Pria di Indonesia Alami Disfungsi Ereksi, Ini Penyebabnya

Disfungsi ereksi menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami pria. Namun masih banyak yang menganggapnya sebagai hal tabu dan meremehkannya.

Sebuah penelitian IIEF menunjukkan bahwa sebanyak 35,6% pria di Indonesia mengalami disfungsi ereksi. Ini artinya lebih dari sepertiga pria di Indonesia mengalaminya.

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi pada penis untuk memperoleh hubungan seks yang memuaskan. Ereksi membutuhkan transmisi neural, pembuluh darah yang sehat, dan jaringan ereksi yang baik.

"Apapun yang memengaruhi tiga faktor tersebut dapat memengaruhi ereksi," kata Dokter Spesialis Urologi RS UI, dr. Dyandra Parikesit dalam webinar Topgra, Kamis (8/4/2021).

Sedangkan ereksi normal membutuhkan gabungan unsur psikis, saraf, dan pembuluh darah yang normal. Lalu apa penyebab paling umum disfungsi ereksi?

"Disfungsi ereksi dipicu oleh berbagai faktor antara lain gangguan pembuluh darah, saraf, hormonal, psikis, adanya penyakit pada penis, trauma, dan penyakit lainnya yang masih tidak diketahui," lanjutnya.

Untuk mencegah permasalahan disfungsi ereksi, dr. Dyandra menyarankan untuk menghindari atau memperbaiki faktor risiko yang bisa dimodifikasi.

BACA JUGA: Cara Ampuh Mengatasi Keputihan Berlebih Secara Alami

"Kalau punya kondisi obesitas berarti harus lakukan pola gaya hidup sehat, olahraga. Kalau diabetes, gulanya dibatasi, untuk hipertensi berarti konsumsi garamnya dikurangi, olahraga, dan konsumsi obat bila perlu," ujarnya.

Sedangkan untuk mengobati disfungsi ereksi, bisa dengan mengunjungi psikiater jika penyebabnya karena stres. Namun jika cukup parah, sebaiknya kunjungi dokter urologi.

Artikel Menarik Lainnya:

  • Pria Ini Hampir Saja Tewas Karena Makan Mi Instan Bareng Soda
  • Apakah Istri Bisa Hamil Saat Suami Ejakulasi di Luar?
  • Sejumlah Negara Belum Bisa Mulai Vaksinasi Covid-19, WHO: Sebuah Dagelan
Artikel Asli