Kisah Kelam Sandiaga Uno, Ditolak 25 Perusahaan Sampai Ngutang Buat Beli Susu

Gaya Hidup | okezone | Published at Senin, 05 April 2021 - 07:07
Kisah Kelam Sandiaga Uno, Ditolak 25 Perusahaan Sampai Ngutang Buat Beli Susu

SANDIAGA Salahudin Uno lahir pada 28 Juni 1969 di Rumbai, Pekanbaru. Ia merupakan anak dari Razif Halik Uno dan Mein R. Uno. Ayahnya awalnya bekerja sebagai karyawan di perusahaan Caltex di Riau. Setelah tidak bekerja lagi, ayahnya memboyong keluarganya ke Jakarta pada tahun 1970-an.

Sandiaga Uno yang kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu memulai pendidikannya di SD PKSD, SMP N Jakarta kemudian pindah ke SMA Katolik. Ia merupakan sosok yang cerdas, hal ini terbukti ketika ia kuliah di Wichita State University di Kansas, Amerika serikat, berhasil lulus dengan predikat Summa Cum Laude.

Selepas lulus dari Wichita State University, ia kemudian bekerja di Bank Summa milik William Soeryajaya. Karena kinerjanya yang cukup bagus di perusahaan, setahun kemudian ia menerima beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di George Washington University, Amerika Serikat. Ia menamatkan kuliahnya dengan meraih IPK sempurna 4.00 .

Suasana Washington jauh lebih nyaman dibanding Wichita karena lebih banyak pemukim Indonesia tinggal di sana. Di sini, Sandi mulai aktif dalam perkumpulan mahasiswa Indonesia di Amerika (PERMIAS).

Dalam perjalanan waktu, tiba-tiba Bank Summa mengalami kesulitan likuiditas yang berujung pada kasus kredit macet. William Soerjadjaja turun tangan mengambil alih kepemilikan Bank Summa hingga kemudian menjaminkan kepemilikan sahamnya di aset paling berharga keluarga Soerjadjaja, Astra.

(Foto: Instagram/@sandiuno)

Tetapi semua usaha yang dilakukan oleh William Soerjadjaja, yang pada akhirnya kehilangan kepemilikan di Astra, tidak bisa menyelamatkan Bank Summa. Dampaknya, beasiswa S-2 Sandi pun berhenti di tengah jalan.

"Di tengah kondisi buruk, saya nyaris tidak punya tabungan sebab semua uang sudah diinvestasikan. Sementara Atheera baru saja lahir. Ia memutuskan pulang bersama keluarga kecilnya ke Jakarta," katanya saat diwawancara beberapa waktu lalu.

Di Indonesia, statusnya ketika itu sebagai pengangguran. Langkah pertama yang dilakukannya adalah mencari pekerjaan baru, tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Lamaran pekerjaanya bahkan di tolak oleh 25 perusahaan. Hal inilah yang kemudian menjadi titik balik dari seorang Sandiaga Uno, ia kemudian merubah mindsetnya dari karyawan menjadi seorang pengusaha.

Pengalaman yang diterimanya kemudian ia coba pergunakan dengan mencoba membuat perusahaan bernama PT Recapital Advisors pada tahun 1997 yang bergerak di bidang jasa konsultan keuangan. Perusahaan tersebut ia dirikan bersama dengan teman SMA-nya yang bernama Rosan Perkasa Roeslani.

"Kantor pertama kami adalah sebuah ruangan bekas salon dengan cat warna pink. Tidak nyaman dengan kantor itu, kamu selalu bertemu dengan klien di luar kantor dengan beragam alasan yang mereka kemukakan pada klien," ucapnya.

Namun tak semuanya yang diharapkan selalu berjalan mulus, banyak calon klien memandang sebelah mata kemampuannya. Bukan pekerjaan yang mudah untuk mendapatkan klien. Keduanya kerap harus melakukan janji temu hingga uang di kantong menipis.

Artikel Asli