10 Makanan Khas Aceh yang Harus Kamu Coba

limapagi.id | Food | Published at Kamis, 16 September 2021 - 14:20
10 Makanan Khas Aceh yang Harus Kamu Coba

LIMAPAGI - Mengunjungi suatu daerah, tentu tidak lengkap bila tidak mencicipi makanan khasnya.

Kuliner dari Aceh dikenal memiliki cita rasa rempah yang sangat kuat dan juga unik. Maka tidak heran, banyak orang yang sangat menyukai makanan dari Kota Serambi Mekkah ini.

Berikut tim Limapagi merangkum 10 makanan khas Aceh yang harus kamu coba

1. Mie Aceh

(Canva) Lek Tok - Mie Aceh

Mie Aceh merupakan mie pedas dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut seperti udang dan cumi.

Mie Aceh juga mempunyai ciri khas yang terletak pada penggunaan mie nya yang basah dan berwarna kuning cerah. Tekstur mie juga lebih lembut dan ukurannya lebih besar dibanding dengan mie telur.

Bumbu yang digunakan adalah bumbu kari yang kental, gurih dan pedas. Mie Aceh bisa disajikan dengan tiga cara, yaitu Mie Aceh goreng, tumis, dan kuah.

Satu porsi Mie Aceh dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000

2. Sie Reuboh

(Canva) Heri Mardinal - Sie Reuboh

Sie Reuboh merupakan salah satu masakan yang berasal dari Aceh yang tergolong berbeda dari sebagian besar masakan lain.

Sesuai dengan namanya yang memiliki arti daging rebus, Sie Reuboh dibuat dari rebusan daging sapi atau kerbau yang hanya dibumbui dengan garam, kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan merica yang disiram dengancuka enau.

Rasa dari Sie Reuboh yang gurih, pedas, dan keasam-asaman membuatnya lezat untuk disantap bersama nasi atau disajikan langsung. Sie Reuboh juga merupakan masakan yang tidak mudah basi dan tahan lama hingga berbulan-bulan.

Satu porsi Sie Reuboh dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp30.000

3. Kuwah Pliek U

(Wikipedia)

Kuwah Pliek U atau Sayur Pliek U merupakan masakan yang memiliki bahan dasar ampas dari sisa minyak kelapa tua yang telah melalui proses pemerasan minyaknya.

Masakan ini biasanya dilengkapkan dengan daun dan buah melinjo, kacang panjang, kacang tanah, daun papaya, daun singkong, rebung kecombrang dan terkadang juga disajikan dengan chu, sejenis siput yang hidup di sungai.

Kuwah Pliek U atau Sayur Pliek U mempunyai filosofi yang dalam, yaitu lambing kekerabatan serta keberagaman masyarakat.

Tidak heran, masakan ini juga menjadi menu wajib dalam setiap hajatan yang diadakan di masyarakat Aceh.

Satu porsi Kuwah Pliek U dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp10.000 hingga Rp30.000

4. Ayam Tangkap

(Canva) Riza Azhari - Ayam Tangkap

Ayam Tangkap, salah satu masakan khas Aceh yang terbuat dari ayam yang digoreng dengan bumbu dan rempah-rempah khas.

Pengolahan ayam ini tidaklah sulit, yaitu hanya menggoreng ayam yang sudah diberi bumbu agar gurih saat disantap. Bumbu yang digunakan seperti bawang putih, lada, kemiri, garam, dan juga jahe.

Setelah dibumbui, ayam lalu digoreng hingga setengah matang, kemudian dimasak dengan daun kari, daun pandan, dan salam koja.

Setelah ayam matang, dedaunan ini tetap disajikan dengan menutupi ayam sehingga terlihat ayam sengaja diletakkan di bawah dedaunan.

Ayam tangkap dapat disajikan dengn nasi gurih atau nasi uduk.

Satu porsi Ayam Tangkap dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp10.000

5. Sate Matang

(Travelingyuk)

Sesuai dengan namanya, Sate Matang adalah tusukan daging berupa sate yang berasal dari kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Sate Matang memiliki bahan utama daging kambing, berhubung harga daging kambing lebih mahal maka Sate Matang dibuat menggunakan daging sapi.

Proses pembuatan juga tidak berbeda dengan sate daerah lain di Indonesia, potongan daging yang telah dibersihkan dan dipotong dadu dalam ukuran kecil, disematkan pada tusukan sate lalu direndam dalam adonan bumbu berupa rempah-rempah seperti ketumbar, bawang merah, bawang putih, serai, jahe, lengkuas, kemiri, kunyit, garam dan gula dalam waktu yang agak lama. Selanjutnya, sate siap untuk dibakar di pemanggangan.

Sebagai pelengkap, sate disajikan dengan bumbu kacang dan kuah kaldu kambing atau sapi yang agak kental dan seperti kari.

Satu porsi Sate Matang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp35.000

6. Martabak Aceh

(Canva) Heri Mardinal - Martabak Aceh

Masakan yang satu ini sekilas terlihat mirip dengan telur dadar biasa. Namun, pembuatannya sedikit berbeda dari martabak telur pada umumnya, karena kocokan telur membungkus kulit martabaknya

Proses pembuatan Martabak Aceh diawali dengan menggoreng kulit martabaknya terlebih dahulu dan dibentuk segi empat mirip dengan pembuatan roti canai. Kemudian kulit martabak dilumuri dengan kocokan telur yang telah dicampur dengan rajangan bawang merah dan daun bawang. Tahap berikutnya, kulit martabak digoreng seperti membuat dadar atau omelet, dengan kulit martabak yang berbentuk roti canai segi empat tadi sebagai intinya.

Martabah Aceh disajikan dengan kuah kari kambing atau ayam dan acar bawang sebagai pelengkap.

Satu porsi Martabak Aceh dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp15.000

7. Sie Kameng

(WIkipedia)

Sie Kameng atau Kuah Beulangong yang lebih dikenal dengan sebutan kari kambing/gulai kambing adalah makanan khas Aceh dengan cita rasa sedap dan karinya yang kental.

Makanan khas Aceh satu ini memiliki bumbu yang berbeda, uniknya proses pengolahannya dibuat menggunakan kuali besar.

Dagingnya yang empuk dan dipadukan dengan bumbu rempah yang begitu kaya dan kuat, menjadikan Sie Kameng banyak disukai.

Satu porsi Sie Kameng dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp30.000

8. Mie Jalak Sabang

(Canva) Hendra Murdani - Mie Jalak Sabang

Mie Jalak Sabang merupakan salah satu suguhan kuliner yang hanya ada di Sabang.

Namun, bahan makanan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan burung Jalak.

Bahan yang digunakan dalam olahan Mie Jalak adalah mie kuning. Mie kuning tersebut sudah direbus dan disiram dengan kuah kaldu yang menjadi rahasia kelezatannya.

Mie Jalak Sabang disajikan dengan kuah tauge, dan irisan ikan yang dipotong dadu , juga telur dengan kuah bening dan ditaburi daun bawang.

Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang unik, menjadikan hidangan Mie Jalak Sabang menjadi lezat dan terasa spesial.

Satu porsi Mie Jalak Sabang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp15.000

9. Kuah Sie Itek

(Wikipedia)

Kuah Sie Itek mempunyai bahan dasar daging itik atau bebek. Dengan bumbu yang khas serta cara memasaknya yang tepat akan membuat daging itik ini tidak berbau amis.

Kuah Sie Itek hadir dalam dua varian, masak merah dan masak putih. Sie Itek masak merah, memiliki kuah berwarna merah karena salah satu penggunaan bumbu utamanya adalah cabai merah. Sedangkan Sie Itek masak putih, hamper mirip dengan opor, berwarna pucat, dan tidak pedas.

Aroma dari Kuah Sie Itek dihasilkan oleh daun temuri disebut juga daun kari atau salam koja dan daun pandan yang dipakai untuk mengikat setiap potong bebek yang dimasak. Rempah yang digunakan yaitu jinten dan ketumbar.

Satu porsi Kuah Sie Itek dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp15.000

10. Eungkot Keumamah

(Canva) Heri Mardinal - Eungkot Keumamah

Eungkot Keumamah merupakan salah satu kuliner tradisional Aceh yang dibuat dari bahan baku ikan, yaitu tongkol dan cakalang. Eungkot Keumamah terkenal dengan nama ikan kayu karena keras seperti kayu.

Ikan ini diawetkan dengan beberapa proses pembuatan. Mulai dari pembersihan ikan, perebusan, pengeringan, dan penyimpanan. Karena itu, Keumamah bisa disimpan hingga tahunan dengan syarat harus daam keadaan kering atau tidak lembab.

Eungkot Keumamah hadir sebagai salah satu masakan utama yang dihidangkan saat berlangsungnya pesat adat atau kenduri.

Selain itu, masakan ini juga memiliki nilai historis. Dahulu, Eungkot Keumamah dijadikan sebagai salah satu logistik para pejuang Aceh saat perang melawan pemerintah Kolonial Belanda.

Satu porsi Eungkot Keumamah dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp10.000

Artikel Asli