Loading...
Loading…
Stok Melimpah, Sumbar Belum Butuh Beras Impor

Stok Melimpah, Sumbar Belum Butuh Beras Impor

Ekonomi | harianhaluan | Sabtu, 27 Maret 2021 - 18:41

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Provinsi Sumbar memastikan belum memerlukan beras dari daerah atau negara lain untuk memenuhi konsumsi lokal. Daerah ini justru mengalami surplus atau produksi berlebih.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal mengungkapkan, dari segi produksi padi ataupun beras tahunan, Sumbar mengalami surplus. Bahkan mampu menunjang kebutuhan provinsi tetangga, seperti Riau. Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Kita di Sumbar aman saja untuk beras. Produksi lokal memenuhi. Kita sampai saat ini masih masuk 15 provinsi penyangga untuk beras, ucap Syafrizal.

Syafrizal menghitung, surplus produksi beras di Sumbar setiap tahun rata-rata di angka 200 sampai 300 ribu ton. Hitungan kasarnya, produksi beras per tahun rata-rata 900 ribu ton, sedangkan konsumsi 5 koma 6 juta penduduk Sumbar di angka 600 sampai 700 ribu ton.

Komsumsi beras per kapita 90 sampai 100 kg atau totalnya sekitar 560 ribu ton setahun atau bisa lebih. Lalu produksi padi rata-rata 1,4 juta ton kalau dikonversi jadi beras di angka 900 ribu ton setahun. Jika dikurangi produksi dengan konsumsi, maka sekitar 340 ribu ton, beber Syafrizal.

Baca Juga :
Ridwan Kamil Usul ke Pemerintah Pusat: Stok Beras Jabar Surplus, Impor Sebaiknya Ditunda

Syafrizal mengungkapkan, surplus beras akan terus dijaga, sehingga Sumbar tetap menjadi daerah swasembada beras dan penyangga untuk daerah lain. Caranya dengan meningkatkan produksi dan mengurangi konsumsi beras masyarakat yang masih tergolong tinggi.

Sementara itu, ketersediaan cadangan beras di republik ini menjadi informasi yang menghebohkan. Sebab, pemerintah berencana mengimpor 1 juta ton beras untuk mengisi cadangan di Bulog. Padahal beberapa daerah di Indonesia memasuki masa panen padi. (*)

Original Source

Topik Menarik