Loading...
Loading…
Kalbe Farma Perkuat Hilirisasi Hasil Penelitian untuk Menyehatkan Bangsa

Kalbe Farma Perkuat Hilirisasi Hasil Penelitian untuk Menyehatkan Bangsa

Ekonomi | wartaekonomi | Jumat, 29 Januari 2021 - 13:52

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) hari ini telah membuka penerimaan proposal penelitian yang nantinya akan diseleksi oleh dewan Juri RKSA 2021 untuk diberikan dana penelitian.

Sosialiasi penerimaan proposal RKSA 2021 dilakukan bersamaan dengan webinar dengan tema Hilirisasi Penelitian untuk Menyehatkan Bangsa.

Kemudian selama setahun penelitian akan melalui proses monitoring dan evaluasi oleh dewan juri RKSA 2021. Dalam webinar RKSA, disampaikan juga peran penelitian sel punca dalam pengembangan pengobatan khususnya menghadapi pandemi COVID-19 yang disampaikan oleh Yulius Setiady Ph.D - Chief Scientific Officer Kalbe Genexine Biologics dan Dr. dr. Bintang Soetjahjo Sp OT(K) selaku Ketua Rejaselindo sekaligus Koordinator Penelitian Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell pada COVID-19 Derajat Berat, Ketua PABOI Jateng dan Ka.KSM Orthopaedi Traumatology RSUD Dr Moewardi. Chief Scientific Officer Kalbe Genexine Biologics Yulius Setiady, mengatakan bahwa penemuan terapeutik melawan penyakit membutuhkan waktu yang panjang, kompleks dan usaha yang keras. Semakin banyak kita mengetahui tentang biologi penyakit, semakin besar juga peluang untuk mengembangkan obat yang baik. "Hasil diagnosa, peran sistem kekebalan tubuh yang sulit untuk diprediksi dalam pengaturan pra-klinis juga sangat diperlukan dalam pengembangan terapeutik yang diteliti dan tidak boleh diremehkan," kata Setiady, Jumat (29/1/2021).Sementara itu, dr. Bintang Soetjahjo, Ketua Rejaselindo sekaligus Koordinator Penelitian U mbilical Cord Mesenchymal Stem Cell pada COVID-19 Derajat Berat, mengatakan bahwa kemampuan Mesenkimal Stem Cell (MSC) untuk beregenerasi dan berdiferensiasi membuat sel menjadi agen terapeutik yang menjanjikan untuk COVID-19. Berbagai studi mulai menarik perhatian ilmuwan dunia untuk menjadikan MSC sebagai standar terapi kasus COVID-19."Saya yakin dengan dukungan dari para ahli, ilmuan, dan masyarakat Indonesia, pengobatan berbasis sel ini mampu memberikan sumbangsih bagi penanganan pasien COVID-19 di Indonesia," kata Soetjahjo, Jumat (29/1/2021).

Original Source

Topik Menarik

{