Loading...
Loading…
Meski Pandemi, MICE NTB Tetap Berpeluang Tumbuh

Meski Pandemi, MICE NTB Tetap Berpeluang Tumbuh

Ekonomi | lombokpost | Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:14

MATARAM -Wabah Korona memukul telak industri MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition). Angin perbaikan mulai dirasakan dalam satu dua bulan ini.

Ketua Indonesian Congress and Convention Association (ICCA) NTB M Nur Haedin mengatakan, industri MICE lokal bisa berlari lebih kencang. Syaratnya, program super prioritas Mandalika tak terganggu perkembangannya. Dicontohkan, akan banyak agenda MICE dalam rangka menyukseskan MotoGP tahun ini. Insya Allah untuk kegiatan MICE di NTB di masa pandemi Korona masih on the track, katanya, Jumat (8/1).

Sepanjang tahun 2020 aktivitas terbesar terjadi Oktober-Desember. Meski secara persentase memang menurun dibanding tahun 2019. Pihaknya optimis, tahun 2021 seluruh MICE bisa kembali berjalan normal. Kuncinya, industri MICE membuat paket-paket murah yang berkualitas.

Pemberlakuan PSBB di Jawa dan Bali juga menjadi berkah tersendiri bagi ICCA NTB. Kebijakan ini memperbesar peluang Lombok menjadi lokasi yang paling memadai sebagai pusat MICE. Tapi kita tidak bisa sendirian. Perlu dukungan juga dari pemerintah provinsi hingga ke tingkat kabupaten kota, ujarnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan target jumlah kegiatan yang bisa digelar. Termasuk kegiatan MICE oleh pemerintah pusat. Salah satunya akibat surat edaran pemerintah terkait larangan kegiatan yang mengundang kerumunan. Juga kemampuan anggaran pemerintah yang lebih banyak dialokasikan untuk bantuan penanganan Covid-19.

Untuk itu kami yakin terlaksana dan suksesnya MotoGP sangat strategis menggerakkan MICE secara nasional maupun Internasional di NTB, katanya yakin.

Mewujudkan hal tersebut, tantangan terbesarnya adalah persaingan usaha dengan Event Organizer (EO), Professional Conference Organizer (PCO) , maupun travel dari luar NTB. Seringkali kegiatan MICE oleh pemerintah, BUMN, maupun instansi besar justru tidak memanfaatkan pelaku usaha MICE lokal. Padahal secara kualitas maupun kuantitas yang ditawarkan, jauh lebih hebat SDM dari industri MICE lokal, sesalnya.

Pemberdayaan SDM industri MICE bisa dilakukan dengan sejumlah cara. Diantaranya komunikasi dan dukungan oleh pemerintah setempat. Kekompakan pelaku industri MICE, juga peningkatan kapasitas profesionalnya. Terpenting, keterlibatan asosiasi industri MICE dan event dalam perencanaan program dan kegiatan pemerintah. Kita terus menerus mendorong upaya itu demi meminimalisir kembali terjadinya hal serupa di 2021, tegasnya.

Terpisah, Awan Aswinabawa, ketua Indonesian Travel Agent Assosiation (Astindo) juga menyuarakan hal senada. Diharapkan, pemerintah tak lagi menutup kesempatan travel agent lokal. Karena sejauh ini, terlihat kunjungan dari kegiatan-kegiatan MICE lebih banyak memanfaatkan travel agent luar daerah. Padahal kita mampu memberikan servis terbaik pada wisatawan, asalkan diberi kesempatan untuk meng- handle , tegasnya.

Ia memprediksi peningkatan kunjungan wisatawan bisa mencapai 40-60 persen tahun 2021. Untuk di kawasan gili justru lebih berat. Jika hal ini tak segera teratasi, bukan tidak mungkin yang dapat dinikmati pelaku usaha bidang ini kurang dari 10 persennya saja. Sisanya lebih banyak dinikmati langsung pihak produsen seperti hotel dan restoran. Dari sini, pelaku usaha travel agent dituntut untuk bisa kreatif, inovatif, dan menciptakan produk yang susah ditiru, katanya. (eka/r9)

Original Source

Topik Menarik