Loading...
Loading…
Industri Farmasi dan Mamin Unggulan, Sektor Nonmigas Bisa Tumbuh 3,95 Persen pada 2021

Industri Farmasi dan Mamin Unggulan, Sektor Nonmigas Bisa Tumbuh 3,95 Persen pada 2021

Ekonomi | trenasia | Senin, 30 November 2020 - 10:30

JAKARTA Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri optimistis seluruh sektor industri pengolahan nonmigas bakal pulih tahun depan. Proyeksi pertumbuhan dari Kementerian Perindustrian bahkan menyentuh level 3,95%.

Optimisme itu berlandaskan asumsi pengendalian pandemi COVID-19 yang lebih baik serta ketersediaan vaksin tahun depan.

Hampir semua sektor bisa tumbuh, terpenting adalah industri farmasi baik untuk manusia atau hewan, kata Faisal dalam keterangan resmi, Senin, 30 November 2020.

Faisal menilai, apabila industri farmasi Indonesia sudah mapan, segala kebutuhan obat bakal dapat dipenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung pada impor. Maka, ongkos industri akan lebih hemat serta perekonomian terdongkrak pula oleh hasil peternakan yang optimal.

Tidak hanya farmasi, industri makanan dan minuman juga ditaksir bakal mempertahankan kinerja posititifnya tahun depan. Bagaimana tidak, selama pandemi pun, kebutuhan akan produk industri ini tetap laris manis dikonsumsi masyarakat.

Selanjutnya, yakni industri otomotif , yang memang pada dasarnya sudah kuat dan tinggal menunggu waktu untuk pulih, terangnya.

Di lain sisi, investasi industri manufaktur bisa menjadi penopang pemulihan ekonomi tahun depan. Investasi industri manufaktur pada 2021 diproyeksi tumbuh sebesar 22% atau mencapai Rp323,56 triliun.

Terakhir, sepanjang Januari-Septemebr 2020, investasi sektor manufaktur masih tumbuh 37,1% dibanding posisi tahun lalu. Investasi terbesar disumbangkan oleh industri logam dasar, barang logam, dan bukan mesin sebesar Rp69,79 triliun.

Kemudian disusul industri makanan Rp40,53 triliun, serta industri kimia farmasi Rp35,63 triliun. Tak pelak, kontribusi sektor pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 17,9% alias terbesar dibandingkan dengan sektor lainnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengemukakan, untuk menggenjot investasi industri dibutuhkan pemetaan sektor-sektor prioritas yang bakal menjadi unggulan. Strategi berikutnya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta meningkatkan daya saing iklim usaha.

"Stimulus juga sangat penting karena dalam kondisi yang masih belum kembali normal, dibutuhkan dorongan stimulus, baik untuk sisi suplai maupun permintaan," ucapnya.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{