Harga Emas Dunia Jatuh 4 Persen Sepekan, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Harga Emas Dunia Jatuh 4 Persen Sepekan, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Berita Utama | idxchannel | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:14
share

IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026) dan mencatatkan penurunan mingguan paling tajam dalam lebih dari empat bulan.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,71 persen menjadi USD3.995,81 per troy ons. Harga emas juga menembus level USD4.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli dan sempat menyentuh level terendah harian di USD3.975,65 per troy ons.

Secara mingguan, harga emas telah turun 4,07 persen. Dengan demikian, emas membukukan penurunan mingguan terdalam sejak Juni 2026.

Tekanan terhadap harga emas terjadi di tengah kenaikan harga energi yang kembali memicu kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Harga minyak Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari lima bulan setelah serangan Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan lebih lanjut pada pasokan energi.

Analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan meningkatnya kekhawatiran inflasi mengindikasikan bank-bank sentral utama dunia tidak dapat melonggarkan kebijakan moneter secepat yang diharapkan.

"Seluruh kondisi tersebut saat ini menjadi tekanan bagi penguatan harga emas dan perak," ujar Wyckoff, dikutip Reuters.

Tekanan terhadap emas juga datang dari aksi jual di pasar saham teknologi. Wyckoff mengatakan aksi jual tersebut memicu margin call bagi trader dan investor saham sehingga mendorong mereka melepas aset emas dan perak untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga menyentuh level terendah dalam lima pekan pada Jumat (23/10), seiring kehati-hatian investor setelah aksi jual tajam pada saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, pelaku pasar secara umum memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga dalam pertemuan 27-28 Oktober 2026.

Namun, data inflasi konsumen dan produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan pada pekan lalu memperkuat kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat pada akhir tahun.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan mencapai 92 persen.

Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 78 persen.

Investor selanjutnya akan mencermati laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan rilis pada 29 Oktober 2026. Data tersebut merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed.

Di pasar fisik, pembelian emas di India meningkat pada pekan ini karena harga yang lebih rendah selama perayaan besar Dussehra mendorong pembelian dan meningkatkan premi emas.

Sementara itu, permintaan fisik di China, sebagai konsumen emas terbesar dunia, masih stabil meskipun konsumen yang berhati-hati terus menekan belanja perhiasan. (Aldo Fernando)

Topik Menarik