Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Jadi Panggung UMKM Lokal
PT Pertamina Patra Niaga memanfaatkan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk memperluas akses pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Melalui booth MyPertamina, Pertamina menghadirkan produk kerajinan unggulan Lombok sebagai official merchandise yang dapat dibeli pengunjung selama ajang balap internasional berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
“Melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk para pelaku UMKM lokal. Produk kerajinan yang dipasarkan sebagai official merchandise di booth MyPertamina menjadi salah satu cara untuk mempertemukan karya perajin Lombok dengan pengunjung ajang internasional,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora melalui keterangan pers, Minggu (11/10/2026).
Baca Juga:38 UMKM Binaan Pertamina Perluas Akses Pasar Lewat INACRAFT 2026
Menurut Kitty, Pertamina Grand Prix of Indonesia tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga kesempatan memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada dunia. Ia berharap keikutsertaan UMKM dapat memperluas pengenalan produk, membuka peluang pasar, dan mendorong pertumbuhan usaha lokal.
Salah satu UMKM yang berpartisipasi adalah Loyok Kreatif, usaha kerajinan anyaman bambu yang diprakarsai Agus Hartadi dari Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Kelompok yang dibentuk pada 2017 itu mengembangkan keterampilan menganyam turun-temurun menjadi produk bernilai ekonomi, seperti tas serta kerajinan berbahan bambu, rotan, dan material lainnya.
Sebagai pelaku UMKM penyandang disabilitas, Agus Hartadi menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan membangun usaha. Melalui Loyok Kreatif, kegiatan kerajinan menjadi ruang produktif untuk mempertahankan keterampilan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pertamina juga menghadirkan D’Etnick Istana Mutiara Lombok, usaha milik Janual Aidi yang mengembangkan aksesori dan perhiasan berbahan mutiara. Produk tersebut menampilkan karakter khas Lombok melalui perpaduan bahan, keterampilan perajin, dan desain yang beragam.
“Event ini sangat penting bagi kami karena tidak hanya mendatangkan customer pada hari pelaksanaan, tetapi juga memberikan database berupa kontak dan asal negara pengunjung yang dapat kami manfaatkan untuk menentukan target pasar. Kami juga berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga karena telah memberikan ruang bagi produk mutiara Lombok untuk dikenal lebih luas,” ujar Janual.
Kehadiran kedua UMKM tersebut memperlihatkan keragaman potensi ekonomi kreatif Lombok, mulai dari kerajinan anyaman bambu hingga aksesori mutiara. Pemasaran produk melalui booth MyPertamina diharapkan memperluas jangkauan konsumen, membuka peluang pasar baru, serta meningkatkan daya saing produk lokal.Baca Juga:Pertamax Turbo Jadi BBM Safety Car di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Kitty menegaskan pemberdayaan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pembinaan, tetapi juga dengan menghadirkan peluang pemasaran yang konkret. Partisipasi UMKM dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan bentuk dukungan agar pelaku usaha lokal dapat tumbuh, memperkenalkan produknya, dan menjangkau konsumen baru.
“Kami berharap ajang ini memberikan nilai tambah bagi UMKM sekaligus memperkuat keterhubungan antara penyelenggaraan event internasional dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” tandas Kitty.










