Harga CPO Rebound 3 Persen, Permintaan India Menguat

Harga CPO Rebound 3 Persen, Permintaan India Menguat

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:44
share

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan Kamis (8/10/2026), bangkit setelah melemah selama dua hari berturut-turut.

Penguatan dipicu meningkatnya permintaan dari India, pembeli terbesar dunia, yang mampu mengimbangi kekhawatiran terhadap kenaikan stok yang sebelumnya telah diperhitungkan pasar.

Kontrak berjangka (futures) minyak sawit acuan untuk pengiriman Desember di Bursa Malaysia Derivatives Exchange meningkat 3,14 persen menjadi 4.666 ringgit per ton metrik pada jeda perdagangan siang.

India membeli 150.000 ton CPO hanya dalam tiga hari pada pekan ini untuk pengiriman November dan Desember.

Pembelian tersebut dilakukan setelah pengiriman minyak bunga matahari dari kawasan Laut Hitam terganggu akibat perang Rusia-Ukraina.

"Masalah logistik di Laut Hitam semakin memburuk. Kondisi ini akan memaksa India mengganti pengiriman minyak bunga matahari yang hilang dengan minyak sawit," kata seorang trader yang berbasis di Mumbai dari perusahaan perdagangan global, dikutip Reuters.

Prospek tingginya stok minyak sawit Malaysia pada akhir September dinilai telah banyak tercermin dalam harga pasar. Pelaku pasar kini menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

"Pasar saat ini menunggu petunjuk arah baru," kata kepala riset pada broker minyak nabati Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani.

Menurut Bagani, pasar juga mendapat dukungan dari spekulasi bahwa Malaysia dapat mengusulkan penghapusan bea ekspor minyak sawit mentah dalam pembahasan anggaran pada Jumat.

Kebijakan tersebut berpotensi membuat ekspor Malaysia lebih kompetitif dibandingkan Indonesia.

Di bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,41 persen, sementara kontrak minyak sawit bertambah 0,38 persen.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,22 persen.

Harga minyak sawit turut mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.

Harga minyak mentah juga menguat akibat kekhawatiran berlanjut mengenai pasokan dari kawasan produsen utama di Timur Tengah, di tengah meningkatnya serangan terhadap kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Pada saat yang sama, produksi minyak Amerika Serikat menurun karena ancaman badai terhadap aktivitas produksi lepas pantai.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi pilihan yang lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)

Topik Menarik