Gertakan Trump Setop Ekspor Diesel Bikin Uni Eropa Panik, Kiamat Energi Makin Nyata?

Gertakan Trump Setop Ekspor Diesel Bikin Uni Eropa Panik, Kiamat Energi Makin Nyata?

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 26 September 2026 - 21:14
share

Uni Eropa (UE) kembali berada dalam kondisi siaga satu terkait ketahanan energinya. Brussels menyuarakan kekhawatiran mendalam usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam bakal menghentikan ekspor diesel AS selama 90 hari demi meredakan krisis harga bahan bakar minyak (bbm) di dalam negerinya.

Gertakan Washington ini langsung membunyikan alarm bahaya di Eropa. Pasalnya, kawasan tersebut tengah berjuang menghadapi kelangkaan pasokan akibat sanksi terhadap minyak Rusia, eskalasi konflik di Timur Tengah, hingga hancurnya kilang-kilang minyak akibat perang.

Juru Bicara Komisi Eropa, Olof Gill menegaskan, bahwa gangguan pada rantai pasokan bahan bakar dari AS akan membawa dampak buruk bagi kedua belah pihak. Terlebih lagi, AS memegang peranan yang sangat vital bagi konsumsi energi harian warga Eropa.

Baca Juga: Krisis BBM Mencekik Eropa, Kini Giliran Avtur Alami Kelangkaan

Data pemerintah menunjukkan AS menyuplai sekitar sepertiga (33) dari total impor diesel Eropa sepanjang tahun ini. Pada bulan Agustus, porsi ekspor diesel AS ke Eropa bahkan melonjak hingga mendekati 50.

Ancaman penghentian ekspor ini terlontar saat harga diesel di AS menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni USD6,52 per galon (USD1,72 per liter). "Saya sudah katakan, mari kita tidak usah mengekspor diesel terlebih dahulu," tegas Trump kepada wartawan di tengah membumbungnya harga BBM domestik AS.

Krisis diesel global ini diperparah oleh serangkaian peristiwa geopolitik yang terjadi secara bersamaan. Trump secara terbuka mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas kilang minyak Rusia karena memicu kelangkaan diesel dunia.

Seperti diketahui Moskow membatasi ekspor BBM guna menstabilkan pasar domestiknya. Utusan Kremlin, Kirill Dmitriev bahkan menyebut Eropa tengah menghadapi "krisis energi terburuk dalam sejarah akibat ulah mereka sendiri."

Baca Juga: Krisis Energi Terburuk Hantam Eropa: BBM Tembus Rp40 Ribu per Liter, Musim Dingin Terancam Mencekam

Sementara itu Perang AS-Israel melawan Iran melumpuhkan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz -jalur vital yang melayani seperlima pasokan minyak dan LNG dunia. Menurut International Energy Agency (IEA), ekspor BBM dari kawasan Teluk merosot tajam hingga tersisa seperempat dari level pra-perang.

Pasca memangkas impor energi Rusia secara drastis sejak 2022 (di mana porsi gas Rusia turun dari 45 ke 12 dan minyak dari 27 ke 2), Uni Eropa praktis menggantungkan nasib energinya kepada Amerika Serikat. Kini, ketergantungan tersebut justru menjadi celah kerentanan baru yang siap memicu lonjakan inflasi ekstrem di Eropa.

Topik Menarik