Karhutla Meluas di Kaltim hingga Malut Kementerian PU Kerahkan Puluhan Ribu Liter Air
JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas hingga Kalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Maluku Utara (Malut). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun mengerahkan dukungan sumber daya air dan peralatan untuk membantu proses pemadaman.
Di Maluku Utara, kebakaran terjadi di lahan perkebunan Desa Dakaino, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare dan dikelola oleh sekitar 50 petani.
Untuk mendukung pemadaman, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara telah menyalurkan sebanyak 25.000 liter air ke lokasi kebakaran. Air tersebut diangkut menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, kendaraan pengangkut air berkapasitas 1.000 liter, serta pompa Alkon.
Sumber air untuk pemadaman berasal dari saluran irigasi Dakaino yang kemudian disalurkan ke lokasi kebakaran. Penanganan dilakukan bersama Pemerintah Desa Dakaino, masyarakat setempat, dan PT Aditama Bangun Perkasa (ABP).
Sementara itu, penanganan karhutla juga dilakukan di Kampung Kasai dan Kampung Batu-batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kebakaran di kawasan tersebut diperkirakan berdampak terhadap lahan seluas sekitar 3 hektare.
Dalam penanganan di Berau, sejumlah peralatan dikerahkan melalui koordinasi BWS Kalimantan V dan BPBPK Kaltara bersama KPHP Berau Utara, Manggala Agni, Polri Berau, serta PT Puji Sempurna Raharja.
Peralatan yang digunakan meliputi dua unit mobil dalkarhutla milik KPHP Berau Utara, satu unit kendaraan BWS Kalimantan V dan BPBPK, satu unit mobil patroli double cabin KPHP, dua unit sepeda motor Manggala Agni, serta dua unit truk suplai air milik PT Puji Sempurna Raharja.
Hingga saat ini, sekitar 1,5 hektare lahan yang terbakar di Berau telah berhasil dipadamkan. Penanganan lanjutan akan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Berau dan instansi terkait.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Kementerian PU terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan pada musim kemarau melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan penyediaan infrastruktur pendukung di lapangan.
"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana," kata Dody dalam keterangan resmi, Minggu (21/9/2026).
Kementerian PU menyatakan dukungan penanganan karhutla dilakukan melalui penyediaan sumber daya air, pengerahan peralatan, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan dan mencegah meluasnya dampak kebakaran.









