Lalu Lintas Selat Hormuz Makin Sepi, Alarm bagi Pasokan Energi Global

Lalu Lintas Selat Hormuz Makin Sepi, Alarm bagi Pasokan Energi Global

Ekonomi | sindonews | Kamis, 10 September 2026 - 09:08
share

Lalu lintas kapal komoditas di Selat Hormuz semakin menurun di tengah meningkatnya eskalasi konflik Iran yang mengganggu jalur perdagangan energi utama dunia. Data awal menunjukkan hanya enam kapal komoditas melintasi selat tersebut pada Selasa, jauh di bawah kondisi normal sebelum perang dan rata-rata 10 hari terakhir.

Dikutip dari Reuters, enam kapal yang melintas terdiri atas lima kapal yang memasuki kawasan Teluk dan satu kapal yang keluar, berdasarkan data awal pelacak kapal Kpler pada Rabu pukul 02.00 GMT. Data tersebut tidak mencakup kapal yang kemungkinan mematikan sistem identifikasi otomatis (Automatic Identification System/AIS) untuk menghindari deteksi.

Baca Juga:Balas Serangan AS, Iran Serang 10 Kapal di Dekat Selat Hormuz

Sebelum perang Iran dimulai pada 28 Februari, Selat Hormuz rata-rata dilalui sekitar 125 kapal komersial berukuran besar per hari, termasuk kapal tanker minyak dan pengangkut gas alam. Jalur strategis di ujung selatan Teluk tersebut juga menjadi jalur bagi sekitar 20 pasokan minyak mentah dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dunia.

Berdasarkan data Kpler, enam kapal yang melintas pada Selasa mencakup satu kapal kelas Panamax dan satu kapal tanker berukuran menengah. Penurunan tersebut memperlihatkan semakin terbatasnya pergerakan kapal di salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi global.Gangguan semakin parah setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran yang terkait dengan Iran, yang menghentikan ekspor minyak mentah Iran. Eskalasi konflik juga terjadi ketika kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan ke sejumlah kota di Arab Saudi, sementara pasukan AS menyerang beberapa kapal tanker minyak Iran dan Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan AS di Yordania.

Eskalasi tersebut mendorong harga minyak menembus USD100 per barel pada Selasa. Menurut laporan perusahaan intelijen maritim Marisks, pasukan AS membuat lima kapal tanker minyak mentah yang terkait dengan Iran tidak dapat beroperasi, yakni M/T Kaviz, Charminar, Horizon 1, Riesco, dan Derya.

Empat kapal tersebut dilaporkan diserang di Teluk Oman, di luar Selat Hormuz, sementara satu kapal lainnya diserang di dekat Pulau Kharg, terminal ekspor minyak terpenting Iran. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan ekspor minyak Iran serta keamanan jalur pelayaran di kawasan.

Baca Juga:Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Bisa Lampaui USD120 dalam Waktu Dekat

Gangguan juga mulai terlihat di Laut Merah. Sebanyak 25 kapal komoditas tercatat melintasi Selat Bab el-Mandeb pada Selasa, terdiri atas 11 kapal yang masuk dan 14 kapal yang keluar, sedikit di bawah rata-rata sekitar 27 kapal dalam 10 hari terakhir. Di antara kapal yang melintas terdapat dua tanker Suezmax, delapan tanker Aframax, dan satu tanker Very Large Crude Carrier (VLCC).

Penurunan arus kapal di Hormuz dan Bab el-Mandeb memperlihatkan meningkatnya risiko terhadap rantai pasok energi dan perdagangan internasional. Kondisi tersebut berpotensi menjaga tekanan terhadap harga minyak global selama konflik Iran dan gangguan pelayaran di kawasan Timur Tengah belum mereda.

Topik Menarik