Kantongi Pembiayaan Rp180 Miliar, Pulomas Tower Bakal Disulap Jadi Kawasan TOD Terpadu

Kantongi Pembiayaan Rp180 Miliar, Pulomas Tower Bakal Disulap Jadi Kawasan TOD Terpadu

Ekonomi | sindonews | Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:17
share

PT Pulo Mas Jaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai aset daerah sekaligus mendukung transformasi tata kota yang berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan lewat dua langkah strategis, yakni optimalisasi kawasan Transit Oriented Development (TOD) Pulomas Tower serta inovasi penanganan lingkungan ramah hayati di Waduk Riario.

Langkah transformatif ini ditandai dengan pelaksanaan penandatanganan akad pembiayaan proyek Pulomas Tower bersama PT Bank Mega Syariah sebesar Rp180 miliar yang disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Rano Karno, di Jakarta International Equestrian Park Pulomas.

Pada momentum yang sama, PT Pulo Mas Jaya juga menggelar uji coba penyemprotan biodekomposer ramah lingkungan di area Waduk Riario. Gedung Pulomas Tower dirancang sebagai kawasan mixed-use setinggi 17 lantai di atas lahan seluas 4.600 meter persegi.

Mengusung konsep terpadu, gedung ini mengintegrasikan fungsi perkantoran, serviced apartment, hingga area komersial yang terhubung langsung (seamless) dengan Stasiun LRT Equestrian. Baca Juga: Akhirnya Pulomas Tower Siap Meluncur, Tawarkan Akses Tanpa BatasanDirektur Utama PT Pulo Mas Jaya, Robby Ferliansyah menegaskan, bahwa perolehan fasilitas pembiayaan dari Bank Mega Syariah menjadi bukti nyata atas kepercayaan sektor perbankan terhadap prospek bisnis dan kelayakan proyek strategis Pulomas Tower.

"Fasilitas pembiayaan sebesar Rp180 miliar dari PT Bank Mega Syariah merupakan bentuk kepercayaan atas kelayakan proyek Pulomas Tower. Kolaborasi strategis ini akan memastikan keberlanjutan pembangunan tepat waktu sekaligus memperkuat kinerja perusahaan serta memberikan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian Jakarta," ujar Robby.

Pengembangan Pulomas Tower diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Jakarta Timur yang modern, berdaya saing, dan mendukung penguatan konsep moda transportasi publik berbasis TOD.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno turut memberikan apresiasi positif atas terobosan PT Pulo Mas Jaya dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah. Baca Juga: Lahirkan SDM Berkualitas, Pulomas Jaya Lakukan Ini

"Saya menyambut baik penandatanganan fasilitas pembiayaan ini sebagai wujud sinergi antara BUMD dan sektor perbankan dalam mendukung pengembangan aset daerah agar semakin produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Wagub Rano Karno. Menurutnya, posisi Pulomas Tower yang terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Equestrian akan mempermudah mobilitas warga serta menghidupkan aktivitas bisnis di sekitarnya. Selain fokus pada pengembangan infrastruktur terpadu, PT Pulo Mas Jaya konsisten menjaga kualitas daya dukung lingkungan pada aset-aset yang dikelolanya.

Salah satunya melalui kegiatan uji coba penyemprotan biodekomposer di Waduk Riario, kawasan tampungan air dan ruang terbuka hijau seluas 6 hektare. Langkah penanganan ini dilakukan untuk mengendalikan timbulan bau tidak sedap akibat akumulasi bahan organik yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Dalam penerapan inovasi biodekomposer ini, PT Pulo Mas Jaya berkolaborasi dengan Yayasan Mega Gotong Royong.

"Waduk Riario merupakan aset vital PT Pulo Mas Jaya yang berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan dan ruang terbuka hijau. Melalui uji coba biodekomposer bekerja sama dengan Yayasan Mega Gotong Royong, kami berupaya menghadirkan alternatif solusi ramah lingkungan. Kami akan memantau dan mengevaluasi efektivitasnya agar pengelolaan aset dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas Robby Ferliansyah.

Rangkaian inisiatif terintegrasi ini menegaskan peran aktif PT Pulo Mas Jaya dalam mendukung akselerasi pembangunan Jakarta sebagai kota global yang modern, terintegrasi, dan berwawasan lingkungan.

Topik Menarik