Raksasa Minyak Saudi Aramco Siap Jual Aset Rp616 Triliun, Terbesar dalam Sejarah
Raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, sedang menyiapkan penjualan aset senilai hingga USD35 miliar atau setara Rp616 triliun mencakup sektor infrastruktur energi dan properti. Langkah tersebut menjadi program divestasi terbesar dalam sejarah perusahaan sebagai upaya menjaga keseimbangan belanja modal dan komitmen kepada pemegang saham di tengah tekanan harga minyak global.
"Aramco tengah menyiapkan pembukaan kepemilikan minoritas pada aset hilir dan midstream kepada investor global, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas bisnis produksi minyak hulu," demikian laporan Bloomberg dikutip Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga:Tekor Rp1,8 Triliun per Hari, India Akhirnya Naikkan Harga BBM Pertama sejak 2022
Program divestasi itu mulai disusun manajemen Aramco sejak setahun terakhir menyusul tingginya minat investor global terhadap aset energi Arab Saudi. Momentum tersebut menguat setelah konsorsium Global Infrastructure Partners yang dipimpin BlackRock menandatangani transaksi lease-and-leaseback senilai USD11 miliar untuk fasilitas pengolahan gas alam Jafurah pada Agustus tahun lalu.
Salah satu transaksi terbesar yang tengah dipersiapkan adalah penjualan sebagian saham terminal ekspor dan penyimpanan minyak yang berpusat di kompleks Ras Tanura. Aramco disebut bekerja sama dengan Citigroup dalam transaksi yang diperkirakan bernilai lebih dari USD10 miliar.Selain itu, perusahaan juga menjajaki skema sale-and-leaseback untuk portofolio properti, termasuk kawasan Dhahran di Provinsi Timur yang menjadi pusat operasional dan hunian ribuan karyawan. Nilai transaksi properti tersebut ditargetkan mencapai sedikitnya USD10 miliar.
Aramco juga mempertimbangkan pelepasan aset pembangkit listrik berbasis gas serta infrastruktur air. Melalui skema leaseback, perusahaan tetap dapat menggunakan aset yang dijual sambil memperoleh tambahan modal segar untuk memperkuat neraca keuangan.
Baca Juga:Trump Pulang dari China, AS dan Iran di Ambang Perang Besar Lagi
Pada kuartal I-2026, Saudi Aramco membukukan laba bersih yang disesuaikan sebesar USD33,6 miliar atau naik 26 secara tahunan. Namun, rasio gearing perusahaan meningkat menjadi 4,8 seiring belanja modal yang mencapai USD12,1 miliar dalam periode tersebut.
Aramco juga mengumumkan dividen dasar kuartalan sebesar USD21,9 miliar dan program pembelian kembali saham senilai USD3 miliar. Penurunan harga minyak sepanjang 2025 sebelumnya mendorong Aramco memangkas dividen berbasis kinerja dan menunda sejumlah proyek strategis.
Penjualan aset dinilai menjadi alternatif dalam menjaga arus kas sekaligus mendukung agenda diversifikasi ekonomi Arab Saudi dalam program Vision 2030. Tingginya minat investor global terhadap aset energi Saudi juga disebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap ketahanan operasional Aramco di tengah ketegangan kawasan Selat Hormuz.










