Harga Minyak Dunia Tergantung Mood Trump! Naik-Turun Cuma Gara-gara Presiden AS Kurang Tidur
Setelah harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam empat tahun, Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico justru melontarkan kritik pedas yang memancing gelak tawa sekaligus kekhawatiran. Fico menyebut bahwa harga minyak mentah global saat ini tidak lagi ditentukan oleh mekanisme pasar, melainkan oleh mood atau suasana hati Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Sindiran sarkastik ini muncul setelah harga minyak mentah dunia melonjak ke level tertinggi sejak 2022, dipicu oleh laporan bahwa militer AS tengah menyiapkan opsi serangan kilat ke Iran. Dunia saat ini sedang berada dalam cengkeraman ketidakpastian ekonomi yang ekstrem.
Dalam sebuah konferensi pers di Bratislava, Robert Fico tidak menahan diri untuk mengkritik dominasi kebijakan AS terhadap stabilitas energi dunia. “Semuanya sedang tertekan, termasuk harga minyak, tergantung bagaimana Presiden Trump bangun tidur,” ujar Fico di hadapan wartawan.
Baca Juga: Trump Ancam Blokade Iran Berbulan-bulan, Harga Minyak Melonjak USD126 per Barel“Jika dia bangun dalam suasana hati yang baik, harga minyak turun. Jika dia bangun dengan mood buruk dan mengeluarkan pernyataan (provokatif), otomatis harga minyak langsung melesat,” sindirnya.
Pasar Energi Gemetar
Komentar Fico bukan tanpa alasan. Harga minyak mentah Brent sempat meroket hampir 7 hingga menembus USD126 per barel pada sesi perdagangan Jumat lalu. Lonjakan ini terjadi tepat setelah situs berita Axios melaporkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menyiapkan rencana serangan singkat dan kuat ke Iran untuk memecah kebuntuan negosiasi.Pasar global saat ini sangat sensitif terhadap sinyal politik dari Gedung Putih. Sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, volatilitas energi telah mencapai titik didih.Iran melarang kapal musuh melintasi jalur nadi energi, Selat Hormuz yang menangani seperlima perdagangan dunia tersebut. Teheran lantas membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di berbagai negara Timur Tengah.
Baca Juga: Dunia Siaga Satu! Harga Minyak Dunia Mendidih Tembus USD126 per Barel, Rekor Tertinggi Sejak 2022
Selain itu harga gas di Eropa dan Asia ikut terbakar akibat gangguan rantai pasok global. Harga gas ikut melonjak di tengah kekhawatiran mengenai gangguan rantai pasokan energi global, dengan volatilitas menyebar ke pasar Eropa dan Asia.
Pasar keuangan yang lebih luas mengalami fluktuasi tajam karena risiko eskalasi. Para analis mencatat bahwa pasar global tetap sangat sensitif terhadap sinyal politik dan keputusan kebijakan oleh pemerintahan Trump.
Selain menyindir soal harga minyak, Robert Fico juga mengingatkan sejarah intervensi AS di Irak dan Venezuela. Ia mengungkapkan kekhawatirannya akan kemungkinan agresi serupa terhadap Kuba, serta ambisi lama Trump terkait klaim atas Greenland demi kepentingan nasional Washington.










