Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Perempuan di 49 Wilayah

Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Perempuan di 49 Wilayah

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:48
share

Pertamina Patra Niaga memperkuat pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah operasional perusahaan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional. Program tersebut telah menjangkau 695 perempuan melalui pendampingan yang tersebar di 49 titik di seluruh Indonesia.

“Pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari pelaksanaan TJSL Pertamina Patra Niaga. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap ruang belajar, peluang usaha, dan penguatan kapasitas, dampaknya akan langsung terasa pada ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas secara luas,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga:Geopolitik Memanas, Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman

Ia menjelaskan, program pemberdayaan tersebut membuka ruang belajar bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat peran mereka dalam keluarga dan masyarakat. Momentum Hari Perempuan Internasional juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan berkelanjutan.

Salah satu implementasi program dijalankan melalui Integrated Terminal Makassar lewat inisiatif PUANMAKARI (Perempuan Mandiri, Anak Percaya Diri). Program ini bermula dari shelter bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kemudian berkembang menjadi ruang pemberdayaan perempuan dan anak secara berkelanjutan.Program PUANMAKARI menjadi unggulan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan meraih penghargaan PROPER Emas selama dua tahun berturut-turut pada 2023 dan 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Melalui program tersebut, sebanyak 103 perempuan dan 230 anak telah mendapatkan pendampingan, termasuk pengembangan berbagai usaha produktif bagi 36 perempuan dan remaja perempuan.

Dari sisi ekonomi, kegiatan Sekolah Anak Percaya Diri mencatat peningkatan pendapatan sebesar Rp51.984.000, sedangkan Kelompok Srikandi menghasilkan pendapatan Rp86.640.000 dari aktivitas produktif yang dijalankan bersama.

“Anak saya dulu pendiam dan tertutup. Sekarang dia lebih kreatif dan sopan kepada orang tua. Semoga program ini terus berlanjut dengan pembelajaran yang semakin berkualitas,” ungkap Wahida Rahman, orang tua murid Sekolah Anak Percaya Diri.

Baca Juga:Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan BBM dan LPG Aman selama Ramadan-IdulfitriProgram pemberdayaan perempuan lainnya dijalankan di Kampung Atas Air melalui program RAWABENING (Rain Water Harvesting and Urban Farming) yang dikembangkan bersama Refinery Unit V Balikpapan. Program ini memanfaatkan air hujan sebagai sumber air untuk sistem hidroponik yang dikelola kelompok perempuan setempat.

RAWABENING mengembangkan 10 meja hidroponik dengan 440 lubang tanam yang telah menghasilkan sekitar 8.900 bibit sayuran. Sistem pemanenan air hujan juga mampu menciptakan efisiensi penggunaan air hingga 92.400 liter per tahun serta meningkatkan pendapatan anggota kelompok hingga rata-rata 20,5 persen per panen.

Selain pemberdayaan ekonomi, Pertamina Patra Niaga melalui Pertamina International Shipping (PIS) juga menghadirkan program Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Program ini memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan dengan menjangkau 726 perempuan dewasa melalui poli umum dan 145 perempuan melalui poli gigi, sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui pelatihan bagi bidan dalam layanan Antenatal Care (ANC) dan USG dasar.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menghadirkan program TJSL yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi penguatan kemandirian perempuan serta ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah binaan di seluruh Indonesia.

Topik Menarik