PGN Ciptakan Efisiensi 17 di 2025, Fundamental Keuangan Makin Kuat
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat fundamental bisnis yang tetap solid sepanjang tahun 2025 di tengah dinamika industri energi. Hal ini tercermin dari capaian EBITDA sebesar USD971,2 juta dengan arus kas operasi yang tetap positif di level USD657,1 juta. Selain itu, Perseroan juga mencatat posisi kas dan setara kas sebesar USD1,3 miliar pada akhir tahun 2025 yang mencerminkan kapasitas likuiditas perusahaan tetap terjaga.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan bahwa stabilitas kinerja tersebut tidak terlepas dari disiplin pengelolaan keuangan serta langkah efisiensi yang terus dilakukan oleh Perseroan. “PGN konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio bisnis. Langkah efisiensi serta optimalisasi operasional menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan perusahaan menghadapi dinamika industri energi,” ujar Fajriyah, dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).
Baca Juga:Sinergi BPH Migas dan PGN Jaga Keandalan Gas Bumi saat Libur Nataru
Salah satu upaya efisiensi tersebut tercermin dari penurunan beban umum dan administrasi sebesar USD33,3 juta atau sekitar 17 dibandingkan tahun sebelumnya.Dalam Laporan Keuangan Audited tercatat sepanjang tahun 2025, PGN juga membukukan pendapatan sebesar USD3,9 miliar dengan laba bersih sebesar USD215,4 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun. Kinerja ini didorong oleh aktivitas bisnis inti PGN di sektor midstream dan downstream, khususnya pada kegiatan transmisi dan distribusi gas bumi serta pengembangan infrastruktur LNG.
Di sisi operasional, volume transmisi gas bumi tercatat mencapai 1.609 MMSCFD atau meningkat sekitar 4 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara volume regasifikasi LNG melalui fasilitas FSRU Lampung dan Terminal Arun mencapai 254 BBTUD.Baca Juga:Minyak Dunia Melambung, Pemerintah Buka Opsi Kerek Harga BBM Subsidi
Perseroan juga terus memperkuat infrastruktur energi dengan menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi sepanjang 2025 serta menjaga tingkat keandalan operasional yang mencapai 98,84. Dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi serta pengelolaan keuangan yang disiplin, Fajriyah mengungkapkan PGN optimistis dapat terus menjaga stabilitas usaha sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.










