Danone Bangun Infrastruktur Air Bersih untuk 36 Faskes di Aceh dan Sumut
anone Indonesia memperkuat dukungan pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara melalui penyediaan akses air bersih serta instalasi pengolahan air di fasilitas kesehatan. Inisiatif ini merupakan respons atas kerusakan infrastruktur akibat banjir sejak November 2025 yang mengganggu layanan medis di berbagai rumah sakit dan puskesmas di wilayah tersebut.
“Kami di Aceh Timur merasakan betul bagaimana bencana kemarin memengaruhi layanan kesehatan. Banyak puskesmas dan rumah sakit terganggu karena keterbatasan air bersih. Karena itu, bantuan dari Danone Indonesia ini sangat berarti bagi kami. Ini bukan hanya soal air bersih, tetapi tentang memastikan masyarakat kami tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," ungkap PLT Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur, Adlinsyah, dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga:Komitmen Bersama Dukung Pemulihan Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar
Program hasil kolaborasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dan pemerintah daerah ini menyasar 7 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta 29 Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Secara teknis, bantuan mencakup pembangunan 35 titik sumber air bersih dan pemasangan 7 unit water treatment guna menjamin operasional fasilitas kesehatan sesuai standar keamanan.
Infrastruktur tersebut tersebar di berbagai wilayah terdampak, mulai dari Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, Pidie Jaya, Kota Langsa, hingga Tapanuli Tengah di Sumatera Utara. Selain fasilitas air, Danone juga menyalurkan perlengkapan kesehatan dasar bagi para tenaga medis melalui kerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menyatakan bahwa ketersediaan air bersih merupakan komponen esensial dalam menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien. Menurutnya, kolaborasi konstruktif ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan fasilitas kesehatan agar tetap berjalan aman dan berkelanjutan pascabencana.
"Kerja sama antara Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Danone Indonesia ini menunjukkan bentuk kolaborasi yang konstruktif dalam mendukung percepatan pemulihan layanan kesehatan di Aceh dan Sumatra. Kami mengapresiasi dukungan tersebut yang sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan fasilitas kesehatan dan memastikan layanan tetap berjalan aman dan berkelanjutan,” tutur Agus.
Baca Juga:Mendagri: 25 Desa Hilang Akibat Bencana Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumut
VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, menegaskan bahwa pemulihan akses air bersih menjadi faktor penentu normalisasi layanan publik. Dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan air melalui merek Aqua dan penyediaan nutrisi, Danone berkomitmen hadir secara berkelanjutan untuk memperkuat pemulihan di wilayah terdampak.
“Air adalah hal yang paling dasar untuk kehidupan dan menjadi kebutuhan utama di setiap fasilitas kesehatan. Pengalaman panjang kami dalam pengelolaan air menjadi dasar kami untuk membangun infrastruktur penyediaan air bersih dan instalasi water treatment bagi fasilitas kesehatan di Aceh dan Sumatera," pungkas Vera.








